Cerita Kriminal

Sudah Tolak Halus, Prajurit TNI Ini Ditarik 2 Preman Terminal dari Angkot, Orang Sekitar Hanya Diam

Sudah menolak secara halus, prajurit TNI ini malah ditarik oleh dua preman terminal dari angkot.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
istimewa dan Tribun Jateng
Sudah menolak secara halus, prajurit TNI ini malah ditarik oleh dua preman terminal dari angkot. 

Selepas itu, pelaku Dengkek turun dari motor lalu masuk ke angkot.

Ia lalu menarik korban keluar angkot.

Di pinggir jalan, pelaku menghajar korban.

Lokasi Serma Bisri dihajar dua preman di seberang Terminal Mangkang, Jalan Urip Sumoharjo, Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (17/3/2022).
Lokasi Serma Bisri dihajar dua preman di seberang Terminal Mangkang, Jalan Urip Sumoharjo, Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (17/3/2022). (Tribun Jateng/ Iwan Arifianto)

"Para pelaku itu para preman," ujar Kanit Reskrim Polsek Ngaliyan, Iptu Budi Setyono dilansir dari Tribun Jateng, Kamis (17/3/2022).

Keterangan saksi

Menurut seorang saksi mata, lokasi pemukulan terjadi tepat di bawah pohon mahoni pinggir jalan.

"Tidak hanya Dengkek, temannya bernama Joko ikut memegangi tubuh Pak Bisri," terang saksi tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Ia mengaku, melihat dua pelaku melakukan pemukulan terhadap korban.

Sepenglihatannya, korban tak melawan dan memilih diam.

Baca juga: Mau Ambil Hati ke Orang Tua Korban, Kolonel Priyanto Kena Semprot Hakim: Dia Tambah Sakit Hati

Ia menyebut, korban dihajar dua pelaku sekira 5 menit.

Orang-orang yang melihat pengeroyokan itu tak ada yang berani melerai.

Sebab, tubuh kedua pelaku tinggi besar dengan usia sekira 35 sampai 40 tahun.

"Tak ada yang berani melerai.

Kondisi Serma Bisri (kiri) anggota Koramil 11 Kaliwungu, Kendal selepas dihajar dua preman, seberang Terminal Mangkang, jalan Urip Sumoharjo, Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang.
Kondisi Serma Bisri (kiri) anggota Koramil 11 Kaliwungu, Kendal selepas dihajar dua preman, seberang Terminal Mangkang, jalan Urip Sumoharjo, Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang. (Istimewa)

Mereka preman di sini, tapi nyambi jadi calo liar," kata dia.

Selepas kejadian penganiayaan, korban kemudian menjauh meninggalkan lokasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved