Izin Masih Diurus, RSUD Depok Bagian Timur Sementara Jadi Tempat Isolasi Covid-19

Pemkot Depok tengah menyiapkan RSUD ASA menjadi tempat isolasi untuk pasien Covid-19 kategori tanpa gejala atau gejala ringan.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
RSUD ASA atau RSUD Kota Depok bagian Timur. Pemerintah Kota Depok tengah menyiapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anugerah Sehat Afiat (ASA) menjadi tempat isolasi untuk pasien Covid-19 kategori tanpa gejala atau pun bergejala ringan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS – Pemerintah Kota Depok tengah menyiapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anugerah Sehat Afiat (ASA) menjadi tempat isolasi untuk pasien Covid-19 kategori tanpa gejala atau pun bergejala ringan.

Untuk informasi, RSUD ASA atau RSUD wilayah Timur Kota Depok yang terletak di Kelurahan Cimpaeun, Tapos, ini baru rampung dibangun beberapa waktu lalu dan rencananya akan siap menjadi tempat isolasi pada awal April 2022 mendatang.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengatakan, saat ini kesiapan RSUD ASA sendiri telah mencapai angka 90 persen.

“Insha Allah dalam satu pekan ini akan selesai persiapannya dan bisa menerima, jika memang ada pasien atau pelimpahan dari Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Indonesia (UI),” jelas Idris dilansir dari situs resmi Pemerintah Kota Depok, Rabu (23/3/2022).

Baca juga: RSUD Pasar Rebo Kebakaran, 10 Unit Mobil Pompa Damkar Jaktim Dikerahkan Padamkan Api

Idris mengatakan, kerjasama pihaknya dengan tempat isolasi yang ada, yakni Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia akan berakhir bulan ini.

Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan RSUD ASA untuk menjadi tempat isolasi baru bagi pasien Covid-19 dengan total 92 tempat tidur.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, RSUD Depok Siapkan 77 Bed Isolasi dan 5 Bed ICU

“Ruangan yang digunakan hanya di lantai empat dan lima. Gedung RSUD ASA dua kali lebih besar dari Gedung PSJ UI,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, menuturkan, operasional RSUD ASA belum dapat beroperasi karena perizinannya masih dalam proses pengurusan.

“Rencananya kami akan menyiapkan 20 tenaga kesehatan yang bertugas memantau kondisi kesehatan pasien bergejala ringan,” tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved