Jadi Peserta Pemilu 2024, PBB Yakin Gugatan Presidential Threshold ke MK Tak Bakal Ditolak

Aturan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) kembali digugat ke Mahkamah Konstitunsi (MK).

Editor: Elga H Putra
Istimewa
Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang Afriansyah Noor menjelaskan alasan partainya mengajukan gugatan ambang batas presiden ke Mahkamah Konstitusi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Aturan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) kembali digugat ke Mahkamah Konstitunsi (MK).

Terbaru gugatan mengenai PT diajukan oleh Partai Bulan Bintang (PBB) ke MK pada Jumat (25/3/2022).

Sebelumnya, para anggota DPD RI sudah lebih dulu mengajukan gugatan tersebut ke MK.

Namun, pada 24 Februari 2022, MK menolak gugatan tersebut.

Kala itu MK menilai para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum atau legal standing untuk mengajukan permohonan judicial review.

Baca juga: Pacaran Paket Hemat di Kebon Lalu Tidur Bareng, Gadis Ini Ditinggal Ayang Saat Didatangi Satpol PP

Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang Afriansyah Noor percaya diri gugatan yang diajukan pihaknya tak akan ditolak olek MK.

Pasalnya, PBB merupakan salah satu parpol yang terlibat dalam pemilu 2024 mendatang.

“MK kan sempat bilang yang punya kepentingan hukum adalah parpol peserta pemilu.

Nah, sekarang PBB hadir untuk menyambut panggilan konstitusional tersebut dan mengajukan gugatan demi memperjuangkan daulat rakyat,” tegas sekjen yang akrab disapa Ferry itu, Sabtu (26/3/2022).

Menurut Ferry, syarat perolehan kursi 20 persen anggota DPR atau 25 persen suara sah pada pemilu legislatif sebelumnya telah menghilangkan hak konstitusional partai politik untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Padahal hak tersebut diberikan secara jelas dan tegas kepada seluruh parpol peserta pemilu, termasuk PBB, tanpa embel-embel perolehan suara,” kata dia.

Ferry menuturkan, semakin banyaknya alternatif pasangan calon, maka semakin selektif dan sehat pula persaingan yang didapat.

Baca juga: Batal Diresmikan, Jembatan Gantung Seharga Rp 319 Juta Ambruk Gara-gara Petaka Selfie Jumat Pagi

“Nah, salah satunya dengan menguji presidential threshold ini agar makin banyak alternatif calon presiden.

Demokrasi Indonesia harus diselamatkan,” tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved