Ramadan 2022

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Catat Kenaikan Komoditas Jelang Ramadan, Gula Pasir Tembus Rp15 Ribu

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat adanya kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang Ramadan 2022.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Lapak pedagang sayur mayur di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (28/3/2022) - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat adanya kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang Ramadan 2022. 

Laporan wartawan Tribunjakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat adanya kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang Ramadan 2022.

Selain harga minyak goreng yang masih tinggi, beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan mulai dari bawang putih, daging ayam, daging sapi, telur, hingga gula pasir.

Menurut Wasekjend Kebijakan Publik DPP IKAPPI, Teguh Stiawan, kenaikan harga komoditas ini sulit untuk ditahan jelang Ramadan karena beberapa faktor.

Seperti penurunan jumlah pasokan yang distribusikan, hingga tingginya permintaan dari masyarakat.

"Beberapa komoditas ini, penting untuk di jaga agar menjelang Ramadan atau H- 3 yang biasanya memiliki permintaan hingga 50% bisa di antisipasi," kata Teguh, Selasa (29/3/2022).

Baca juga: Gubernur Anies Kerahkan 3 BUMD Demi Jamin Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan

Ia menjabarkan, untuk komoditas minyak goreng curah dan gula pasir saat ini mengalami penurunan distribusi yang cukup panjang.

Minyak goreng curah yang biasanya per minggu bisa dikirim 3 sampai 4 kali di pasaran, kini dikatakan hanya dikirim 2 kali perminggu.

Lapak pedagang sayur mayur di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (28/3/2022).
Lapak pedagang sayur mayur di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (28/3/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Sedangkan gula pasir, disebut mengalami penurunan distribusi hingga 40%.

"Minyak goreng, untuk saat ini masih tembus Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu. Gula pasir tembus di kisaran Rp 15 ribu, sedangkan komoditas lain seperti bawang putih, ayam, telur mengalami kenaikan permintaan kurang lebih 30%," paparnya.

Ia menyebutkan, beberapa komoditas seperti bawang putih, ayam, dan telur mengalami kenaikan permintaan sekitar 30% dengan harga rata-rata bawang putih dari harga Rp 33 ribu  menjadi Rp 33.900.

Sedangkan untuk daging ayam, juga mengalami kenaikan seribu rupiah dari harga Rp 38 ribu perekor menjadi Rp 39 ribu perekor, dan telur ayam dari Rp 25 ribu menjadi Rp 25.500, serta daging sapi dari harga Rp 140 ribu menjadi 141 ribu.

Diketahui, sebelumnya Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) juga menyatakan sikap kepada pemerintah terkait beberapa komoditas yang wajib diwaspadai kenaikannya menjelang bulan Ramadan.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Jamin 6 Stok Pangan Aman Jelang Ramadan, Cek Bahan Pangannya

Wasekjend Pembinaan dan Pendidikan Pedagang Pasar DPP IKAPPI Ahmad Choirul Furqon mengatakan, jika dilihat dari tahun sebelumnya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan biasanya meliputi tepung terigu, telur ayam, daging sapi, daging ayam, dan cabai rawit.

"Pemerintah harus mewaspadai akan adanya kenaikan harga menjelang bulan Ramadan. Jika kita melihat tahun lalu, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seperti tepung terigu, telur ayam, daging sapi, daging ayam, cabe rawit,” kata Ahmad Choirul Furqon, Sabtu (26/3/2022) lalu.

Dalam keterangan persnya, IKAPPI meminta agar pemerintah dapat fokus terhadap pengendalian harga pangan saat ini.

Pihaknya menitik beratkan sejumlah keluhan pedagang terkait dengan potensi kenaikan harga komoditas menjelang Ramadan.

lapak pedagang daging ayam di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (28/3/2022).
lapak pedagang daging ayam di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (28/3/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

"Kami dari DPP IKAPPI berharap di tengah sengkarut isu minyak goreng yang masih belum terlihat ujungnya ini pemerintah tetap memiliki fokus terhadap pengendalian harga pangan," kata dia.

"Saat ini telah banyak pihak yang mengeluh kepada kami. Mereka mengungkap rasa khawatirnya atas potenai kenaikan harga komoditas pangan ini. Jadi kami sangat berharap pemerintah pusat dan daerah saling bersinergi dan gotong royong mengantisipasi kondisi ini sebelum Ramadan tiba," sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved