Ulama Besar Jawa Timur Rilis Aplikasi Halo Santri Berbasis Blockchain, Miliki Banyak Fitur

 Pandemi Covid-19 menghantam berbagai lini kehidupan, mulai dari bidang ekonomi, pariwisata, sampai ke sektor pendidikan ikut terkena dampaknya.

Editor: Elga H Putra
Dok. Irfan Rifai
Foto KH. Imam Buchori Cholil. Pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Cholil di Bangkalan Madura, mencoba mencari jalan keluar untuk dunia pendidikan dengan merilis sebuah Aplikasi HALO SANTRI. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pandemi Covid-19 menghantam berbagai lini kehidupan, mulai dari bidang ekonomi, pariwisata, sampai ke sektor pendidikan ikut terkena dampaknya.

Di balik terpukulnya banyak sektor akibat pandemi Covid-19, KH Imam Buchori Cholil, cicit dari Mbah Kholil Bangkalan sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Cholil di Bangkalan Madura, mencoba mencari jalan keluar untuk dunia pendidikan dengan merilis sebuah Aplikasi HALO SANTRI.

Uniknya Aplikasi pendidikan ini berbasis Blockchain.

"Saya melihat Dunia pendidikan saat ini masih terdampak oleh pandemi, proses belajar-mangajar mengalami berbagai perubahan, Belajar secara online adalah salah satu jalan keluarnya," Ujar Ra imam, panggilan akrab dari KH Imam Cholil, Kamis (31/3.2022).

Dijelaskan Ra Imam, aplikasi Halo santri ini akan fokus di belajar mengaji membaca Alquran, dimana proses belajarnya secara online melalui aplikasi.

Baca juga: Bakal Segera Dipulihkan, Begini Awal Mula Warga Duduki Lahan Pancoran Buntu 2

"Kami sudah memiliki ratusan guru lulusan pesantren yang siap mengajar Qur'an" Lanjut KH Imam.

Aplikasi Halo santri memiliki berbagai fitur, selain pengembangan E-class, saat dirilis nanti beberapa fitur seperti, Quran digital, Arah Qiblat, Waktu Salat, panduan amalan harian,dan PPOB.

Selain proses belajar-mengajar antar guru dan murid di dalam negeri, aplikasi ini juga menyediakan fasilitas belajar antara guru atau murid dari berbagai negara lainnya.

Foto KH. Imam Buchori Cholil. Pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Cholil di Bangkalan Madura, mencoba mencari jalan keluar untuk dunia pendidikan dengan merilis sebuah Aplikasi HALO SANTRI.
Foto KH. Imam Buchori Cholil. Pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Cholil di Bangkalan Madura, mencoba mencari jalan keluar untuk dunia pendidikan dengan merilis sebuah Aplikasi HALO SANTRI. (Dok, Irfan Rifai)

"Masih banyak mualaf atau muslim di negara lain yang keberadaan mereka adalah minoritas di negara asalnya, kesulitan mencari guru belajar quran, dengan Blockchain itu bisa kita wujudkan.

Muslim di negara Eropa misalnya, bisa nanti mencari guru yang berasal dari indonesia atau Madinah lewat aplikasi ini, mereka bisa menggunakan cryptocurreny sebagai alat bayarnya," Jelas KH Imam Cholil.

Saat ini Halo santri sudah memiliki Token dengan nama Santricoin, bisa di cek di website mereka di www.santricoin.com. 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved