Ramadan 2022
Cerita Puasa Damkar, Terlambat Berbuka Hingga Tidak Sahur Demi Padamkan Api yang Menyala
Pengalaman Gatot terlambat sewaktu berbuka puasa ketika bertugas memadamkan kebakaran mungkin tidak pernah terbayang, dan dianggap tak nikmat.
Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - "Pernah sekitar lima menit sebelum buka puasa dipanggil terjadi kebakaran. Apa kita menunggu Magrib dulu? Tidak. Panggilan masyarakat lebih utama," kata Gatot Sulaeman.
Sosok yang sudah 32 tahun mengabdi sebagai pemadam kebakaran dan kini menjabat Kepala Seksi Operasional Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur.
Pengalaman Gatot terlambat sewaktu berbuka puasa ketika bertugas memadamkan kebakaran mungkin tidak pernah terbayang, dan dianggap tak nikmat bagi banyak orang.
Waktu buka puasa yang dinanti setelah seharian menahan haus dan lapar terpaksa ditunda dengan bekerja keras demi menyelamatkan orang banyak dari petaka kebakaran.
Tapi begitulah gambaran tugas seorang pemadam kebakaran saat menjalankan tanggung jawab memadamkan amuk si jago merah, bersamaan dengan kewajiban seorang muslim.
Baca juga: Personel Damkar Temukan Uang Rp 18 Juta Milik Warga Korban Kebakaran di Pulogadung
Para pemadam kebakaran yang digembleng dengan sederet pelatihan dan memiliki pengetahuan bahaya api paham betul bila menunda proses pemadaman dapat amat berbahaya.
Gatot sudah merasakan terlambat berbuka puasa sejak tahun 1990 ketika dia mulai bertugas sebagai anggota pemadam kebakaran Provinsi DKI Jakarta di wilayah Jakarta Timur.
"Panggilan masyarakat lebih utama, karena nilai ibadahnya lebih besar. Apalagi di bulan suci Ramadan. Berangkatlah ke lokasi. Di lokasi kita bergantian berbuka puasa," ujar Gatot, Kamis (14/4/2022).
Gatot mengatakan selama lebih dari tiga dekade menjadi pemadam kebakaran sudah tidak terhitung berapa kali dia terpaksa terlambat berbuka puasa karena panggilan bertugas.
Bahkan di awal Ramadan 1443 Hijriah pada tahun 2022 ini saja sudah tiga kali dia dan anggotanya terpaksa terlambat berbuka puasa karena adanya kasus kebakaran.
"Terakhir yang kemarin di (basement apartemen) Bassura, itu sekitar jam 16.30 WIB. Ketika orang sedang sibuk mencari takjil untuk persiapan ada kebakaran," tuturnya.
Baca juga: VIDEO DETIK-DETIK Tunjungan Plaza Kebakaran, Kobaran Api Melahap Gedung Bertuliskan SOGO
Dalam kebakaran tersebut sebanyak 41 sepeda motor dan 20 mobil yang terparkir di basement Apartemen Bassura ludes terbakar dan kebakaran bisa dipadamkan pukul 21.01 WIB.
Kerugian materil pada kebakaran di basement Apartemen Bassura memang ditaksir Rp 2 miliar, tapi satu hal paling penting yang perlu dicatat adalah tidak ada korban dalam kebakaran.
Api tidak sampai menjamah unit para penghuni Apartemen Bassura berkat kerja keras 90 personel Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur yang bertugas saat kejadian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/gatot-bergaya.jpg)