Ramadan 2022

Cerita Puasa Damkar, Terlambat Berbuka Hingga Tidak Sahur Demi Padamkan Api yang Menyala

Pengalaman Gatot terlambat sewaktu berbuka puasa ketika bertugas memadamkan kebakaran mungkin tidak pernah terbayang, dan dianggap tak nikmat.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman saat memberi keterangan, Kamis (14/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - "Pernah sekitar lima menit sebelum buka puasa dipanggil terjadi kebakaran. Apa kita menunggu Magrib dulu? Tidak. Panggilan masyarakat lebih utama," kata Gatot Sulaeman.

Sosok yang sudah 32 tahun mengabdi sebagai pemadam kebakaran dan kini menjabat Kepala Seksi Operasional Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur.

Pengalaman Gatot terlambat sewaktu berbuka puasa ketika bertugas memadamkan kebakaran mungkin tidak pernah terbayang, dan dianggap tak nikmat bagi banyak orang.

Waktu buka puasa yang dinanti setelah seharian menahan haus dan lapar terpaksa ditunda dengan bekerja keras demi menyelamatkan orang banyak dari petaka kebakaran.

Tapi begitulah gambaran tugas seorang pemadam kebakaran saat menjalankan tanggung jawab memadamkan amuk si jago merah, bersamaan dengan kewajiban seorang muslim.

Baca juga: Personel Damkar Temukan Uang Rp 18 Juta Milik Warga Korban Kebakaran di Pulogadung

Para pemadam kebakaran yang digembleng dengan sederet pelatihan dan memiliki pengetahuan bahaya api paham betul bila menunda proses pemadaman dapat amat berbahaya.

Gatot sudah merasakan terlambat berbuka puasa sejak tahun 1990 ketika dia mulai bertugas sebagai anggota pemadam kebakaran Provinsi DKI Jakarta di wilayah Jakarta Timur.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman saat memberi keterangan, Kamis (14/4/2022).
Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Gatot Sulaeman saat memberi keterangan, Kamis (14/4/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

"Panggilan masyarakat lebih utama, karena nilai ibadahnya lebih besar. Apalagi di bulan suci Ramadan. Berangkatlah ke lokasi. Di lokasi kita bergantian berbuka puasa," ujar Gatot, Kamis (14/4/2022).

Gatot mengatakan selama lebih dari tiga dekade menjadi pemadam kebakaran sudah tidak terhitung berapa kali dia terpaksa terlambat berbuka puasa karena panggilan bertugas.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved