Mengenal Abdul Wahid, Pengusaha Muda yang Dipercaya Pegang Aplikasi Halo Santri, Bagaimana Sosoknya?

Aplikasi Halo santri akan dilaunching secara resmi di bulan Ramadan tahun ini.

Editor: Elga H Putra
Istimewa
CEO Halo Santri, Abdul Wahid. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Aplikasi Halo santri akan dilaunching secara resmi di bulan Ramadan tahun ini.

Selain aplikasinya yang unik karena disematkannya teknologi blockchain ke dalam pengembangan nya, sosok yang dipercaya menjadi CEO Halo Santri juga menarik disimak.

Dia adalah Abdul Wahid yang merupakan pengusaha muda dari Pontianak, Kalimantan Barat.

Dia dipercaya oleh Chairman PT. Halo Santri Nusantara KH Imam Buchori Cholil sebagai CEO aplikasi tersebut.

Abdul Wahid diketahui memiliki bisnis di beberapa sektor mulai dari perkebunan, tambang dan kontraktor.

Baca juga: Ulama Besar Jawa Timur Rilis Aplikasi Halo Santri Berbasis Blockchain, Miliki Banyak Fitur

Dia menempuh pendidikan di beberapa tempat di antaranya Pesantren di Al- Amien Perenduan Sumenep, Madura, Pesantren Bustanul Ulum Waru Pamekasan, Aliah Mambaul Ulum dan juga lulusan Universtias Islam Indonesia.

Saat ini sosok CEO ini juga aktif mengisi berbagai seminar kewirausahaan.

"Saya membutuhkan sosok anak muda yang energinya masih powerfull untuk menjadi CEO, karena proyek ini jangka panjang.

Foto KH. Imam Buchori Cholil. Pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Cholil di Bangkalan Madura, mencoba mencari jalan keluar untuk dunia pendidikan dengan merilis sebuah Aplikasi HALO SANTRI.
Foto KH. Imam Buchori Cholil. Pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Cholil di Bangkalan Madura, mencoba mencari jalan keluar untuk dunia pendidikan dengan merilis sebuah Aplikasi HALO SANTRI. (Dok. Irfan Rifai)

Selain modal yang kuat, tentu membutuhkan tenaga yang fit dan pikiran yang kreatif," kata KH Imam Cholil dibalik alasannya menujuk Abdul Wahid sebagai CEO Halo Santri, Jumat (15/4/2022).

Selain itu, ujar dia, dia melihat Abdul Wahid sudah mapan secara finansial.

"Jadi dia bisa fokus untuk terjun penuh mengurus Halo Santri ini" Kata KH Imam Cholil.

Aplikasi Halo santri sendiri adalah aplikasi yang lengkap, selain belajar Quran yang menjadi menu utamanya, terdapat juga fitur PPOB, arah kiblat, tausiah dan lainnya.

Selain itu aplikasi ini juga dikembangkan menjadi aplikasi yang didukung oleh blockchain.dengan nama token Cryptonya Santricoin.

"Aplikasi Halo santri diharapkan menjadi salah satu alternatif bagi dunia pendidikan di Indonesia, terutama dunia pendidikan Islam, dan Halo santri juga bisa salah satu sumber pendapatan bagi mitra bisnis nya,selain itu setiap transaksi ada reward di aplikasi berupa Token Crypto Santricoin," ujar Abdul Wahid.

Santricoin sendiri saat ini terus mengalami peningkatan investor maupun harga, dilihat dari situs bscscan.com penambahan holder cukup meningkat di bulan ramadhan ini menjelang aplikasi resmi di luncurkan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved