Ade Armando Dikeroyok
Pamit ke Habib Sebelum Serahkan Diri, Pergolakan Pria yang Tenar Sebagai Pemukul Pertama Ade Armando
Wajahnya viral di media sosial lantaran terekam jelas saat melayangkan tinjuk ke kepala dosen Universitas Indonesia itu.
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok pria bersweter dan topi hitam yang terekam jelas terlibat pada pengeroyokan Ade Armando di Gedung DPR RI Senin (11/4/2022), mengakui kesalahannya.
Wajahnya viral di media sosial lantaran terekam jelas saat melayangkan tinjuk ke kepala dosen Universitas Indonesia itu.
Dari video yang beredar, Dhia Ul Haq merupakan sosok pemukul Ade Armando yang pertama dan memantik massa lain ikut menghajarnya.
Akibatnya, Ade Armando sampai bonyok dan harus mendapatkan penanganan medis.
Sudah sejak kejadian itu, Dhia Ul Haq ingin menyerahkan diri ke polisi.
Baca juga: Beragam Motif 3 Pelaku Keroyok Ade Armando, Ada yang Kesal dengan Aktivitas Korban di Media Sosial
Namun, Dhia Ul Haq sempat ragu menyerahkan diri lantaran suatu alasan.
Alasan tersebut diungkap SI (27), seorang pengurus pondok pesantren tempat Dhia Ul Haq diamankan polisi.
Sebelum diamankan polisi, Dhia Ul Haq membuat pengakuan terkait insiden 11 April 2022 tersebut.

Kepada SI, Dhia Ul Haq mengaku bukan orang pertama yang menghajar Ade Armando.
Sebab, santer dikabarkan kalau Dhia Ul Haq jadi pemukul pertama hingga membuat lima orang lainnya terprovokasi.
"Dhia mengaku bukan pemukul pertama, kalau dilihat dari videonya, Ade kan sudah dilindungi tuh,"
"Logikanya kan berarti memang sudah dipukul duluan," kata SI kepada TribunJakarta.com, Rabu (13/4/2022) malam.
Pada Selasa (12/4/2022) atau sehari setelah insiden, Dhia Ul Haq akan menyerahkan dirinya ke polisi.
Namun, niatan itu sempat urung dilakukan lantaran ramai berita dirinya merupakan sosok pertama pemukul Ade Armando.
"Dia (Dhia) mengaku mukul tapi bukan yang pertama. Dia sempet agak ragu buat nyerahin diri karena faktanya enggak sesuai," papar SI.
Baca juga: Terduga Pengeroyok Ade Armando Berbekal Rp 30 Ribu Pergi ke Jakarta, Keberadaanya Kini Masih Misteri