Formula E

Bela Mati-matian Anies Baswedan, PKS Desak PDIP dan PSI Hentikan Wacana Interpelasi Formula E

Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta membela mati-matian Gubernur Anies Baswedan dari rongrongan PDIP dan PSI.

Dionisius Arya Bima Suci / Tribun Jakarta
Ketua Fraksi PKS Ahmad Yani saat ditemui di gedung DPRD DKI Jakarta - Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta membela mati-matian Gubernur Anies Baswedan dari rongrongan PDIP dan PSI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta membela mati-matian Gubernur Anies Baswedan dari rongrongan PDIP dan PSI.

Pasalnya, PDIP dan PSI hingga kini masih terus ngotot menggulirkan wacana interpelasi terhadap Gubernur Anies yang mau menggelar Formula E pada 4 Juni 2022 mendatang.

Ketua Fraksi PKS Ahmad Yani mengatakan, tak ada yang perlu dipertanyakan lagi dari program Formula E.

Pasalnya, Anies dan jajarannya dinilai sudah buka-bukaan soal balap mobil bertenaga listrik ini saat rapat bersama legislatif.

"Interpelasi Formula E tidak perlu dilakukan karena semua yang berkaitan dengan Formula E sudah jelas disampaikan oleh eksekutif kepada anggota DPRD dalam rapat komisi," ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (22/4/2022).

Baca juga: Wagub Ariza Minta PSI dan PDIP Urungkan Niat Interpelasi Anies Soal Formula E

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa sikap PKS tetap menolak penggunaan hak interpelasi.

"PKS tidak setuju digelar interpelasi Formula E," ujarnya.

Progres Sirkuit Formula E Jakarta yang mencapai 80 persen, Senin (21/3/2022).
Progres Sirkuit Formula E Jakarta yang mencapai 80 persen, Senin (21/3/2022). (Dok. Pribadi Ahmad Sahroni)

Interpelasi Dikebut Setelah Lebaran

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi memastikan bakal segera menjadwalkan kembali paripurna interpelasi Formula E.

Pembahasan soal penggunaan hak tanya terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ngotot menggelar Formula E akan dikebut setelah lebaran.

"Habis lebaran ya, kalau sekarang mepet waktunya. Pokoknya ikuti jadwal libur setelah tanggal 9 Mei " ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (18/4/2022).

Baca juga: PDIP-PSI Ngotot Interpelasi Anies soal Duit Formula E, Gerindra Sarankan Bersurat Aja

Adapun rapat paripurna dengan agenda pembahasan soal interpelasi sebelumnya dilaksanakan pada 28 September 2021 lalu.

Namun, rapat tersebut terpaksa diskors lantaran hanya dihadiri 33 orang anggota DPRD DKI sehingga tak memenuhi kuorum.

Untuk mencapai kuorum, rapat tersebut harus dihadiri 50 persen plus satu atau 54 anggota dewan Kebon Sirih.

Prasetyo pun menyebut rapat paripurna itu akan dijadwalkan dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus).

Rapat paripurna pembahasan KUPA-PPAS di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (14/10/2021).
Rapat paripurna di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (14/10/2021). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

"Waktu itu kan diskors, makanya besok tinggal gue okein lagi (di Bamus) langsung jalan (paripurna interpelasi)," ujarnya.

Sebagai informasi, wacana kembali bergulirnya interpelasi kembali mengemuka setelah Badan Kehormatan (BK) Ketua DPRD DKI dinyatakan tak bersalah setelah melaksanakan paripurna pada September 2021 lalu.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved