Lebaran 2022
Arus Balik Mulai Terlihat di Terminal Kampung Rambutan, Pemudik Hindari Kemaceten
Meski jumlahnya masih sedikit, tapi sejumlah pemudik sudah memilih kembali ke Jakarta setelah menghabiskan waktu Idulfitri di kampung halamannya.
Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Arus balik mudik penumpang bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur mulai terjadi pada H+1 Idulfitri 1443 Hijriah atau Rabu (4/5/2022).
Meski jumlahnya masih sedikit, tapi sejumlah pemudik sudah memilih kembali ke Jakarta setelah menghabiskan waktu Idulfitri di kampung halamannya bersama keluarga besar.
Fitri, satu pemudik asal Bandung, Jawa Barat yang sudah memilih kembali ke Jakarta mengatakan sengaja pulang lebih awal untuk menghindari kemacetan pada saat puncak arus balik nanti.
"Ya, buru-buru balik lagi karena khawatir terjebak macet nanti di jalanan. Memang karena besok hari akan memulai aktivitas bekerja lagi," kata Fitri di Terminal Kampung Rambutan, Rabu (4/5/2022).
Dia pun mengaku tidak keberatan pulang lebih awal karena sudah sejak H-3 Idulfitri berada di kampung halaman, sehingga merasa sudah cukup waktu untuk melepas rindu bersama keluarga.
Baca juga: Arus Balik Lebaran 2022, Polisi Imbau Warga Jakut Lewat Jalur Cikunir: Hindari Cikampek
Baginya, yang terpenting sudah dapat menjalankan Salat Id di kampung halaman bersama keluarga besar karena dua tahun sebelumnya tidak mudik akibat kasus Covid-19 masih tinggi.
"Kalau macet di jalan capek juga, nanti yang ada pas masuk kerja malah sakit. Jadi lebih baik pulang sekarang. Apalagi lihat tol di berita-berita pas arus mudik kemarin macet banget," ujarnya.

Berdasarkan data Terminal Kampung Rambutan arus balik sudah terjadi sejak Selasa (3/5/2022), dengan total kedatangan penumpang bus AKAP dari berbagai jurusan sebanyak 1.454.
Jumlah arus balik mudik penumpang bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan ini masih dapat melonjak hingga Sabtu (7/5/2022) dan Minggu (8/5/2022) yang diprediksi jadi puncak arus balik.
Sementara berdasar data keberangkatan, sejak H-1 hingga H+7 Idulfitri 1443 Hijriah sebanyak 11.883 penumpang bus AKAP sudah diberangkatkan dengan berbagai tujuan wilayah.
Untuk memastikan arus balik mudik lancar, pos pengamanan mudik yang melibatkan petugas gabungan di Terminal Kampung Rambutan pun masih disiagakan hingga Senin (9/5/2022).
Puncak Arus Balik
Sebelumnya diberitakan, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 6-8 Mei 2022, para pemudik diimbau kembali sebelum atau sesuadah tanggal tersebut.
Hal itu demi menghindari terjadinya kemacetan yang menghambat perjalanan.
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengungkapkankan, dua titik utama yang diwaspadai terjadi kepadatan pada arus balik yaitu tol Semarang-Jakarta, dan penyeberangan Bakauheni-Merak.
“Bapak Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus pada penanganan arus balik agar tidak terjadi kepadatan, yaitu mengimbau masyarakat untuk kembali lebih awal sebelum puncak arus balik di tanggal 6, 7 dan 8 Mei 2022 nanti. Atau kalau cutinya bisa diperpanjang, sebaiknya pulang setelah tanggal 8 Mei,” jelas Menhub, dalam keterangan resminya, Selasa (3/5/2022).
Menhub menambahkan, selain imbauan menghindari perjalanan puncak arus balik, sejumlah imbauan lain kepada masyarakat agar perjalanan arus balik bisa lebih lancar: jangan memaksakan diri untuk menggunakan rest area di jalan tol jika sudah penuh, dan jangan berhenti di bahu jalan, karena selain membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya, juga dapat menyebabkan kemacetan.
Baca juga: Musibah Maut Saat Idul Fitri di Puncak, Mobil Sport Adu Banteng dengan Xenia: Begini Kronologinya
“Jika lelah, masyarakat bisa keluar tol di kota terdekat, dan bisa istirahat di tempat-tempat yang telah disiapkan. Di sini lebih aman dan leluasa,” ujar Menhub.
Menhub menjelaskan, sejumlah rest area di jalan arteri telah disiapkan baik oleh pemda, kepolisian, maupun unsur terkait lainnya.
“Mulai dari kantor kecamatan, kelurahan, kantor polisi, dan tempat-tempat lainnya sudah disiapkan sebagai tempat istirahat sementara,” jelas Menhub.
Imbauan lainnya yang disampaikan Menhub yaitu, agar masyarakat selalu mengupdate informasi terkini dari media sosial resmi milik operator jalan tol maupun kepolisian, sehingga mengetahui informasi terkait rekayasa lalu lintas yang sedang diterapkan pada saat itu.
“Kami juga mengimbau untuk mengemudi dengan baik, tidak menyerobot jalur dan patuhi petunjuk dari petugas di lapangan. Pastikan prokes juga tetap dilaksanakan dengan baik,” tutur Menhub.
Selanjutnya, untuk mengantisipasi arus balik di sektor penyeberangan (Bakauheni-Merak), sejumlah antisipasi telah disiapkan.

Diantaranya dengan mengimbau masyarakat untuk membeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan secara daring sehingga tidak terjadi penumpukan di area pelabuhan seperti yang terjadi pada arus mudik.
Selain itu, sejumlah dermaga tambahan masih terus dioperasikan seperti yang dilakukan pada arus mudik.
Dari arah Sumatera, Pelabuhan Panjang di Lampung akan dimaanfaatkan untuk kendaraan besar seperti truk pengangkut barang, sehingga di Pelabuhan Bakauheni bisa memuat lebih banyak kendaraan lainnya seperti mobil, bus dan sepeda motor.
Begitupun di Merak, Pelabuhan Ciwandaran dan Indah Kiat akan terus dioperasikan untuk memecah kepadatan arus balik menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak.
“Mohon kepada masyarakat untuk mengikuti imbauan-imbauan yang sudah disampaikan, agar perjalanan balik lebih nyaman,” kata Menhub.