Hepatitis Akut di Jabodetabek

Usai Lebaran, Pemkot Tangerang Waspadai Penyebaran Covid-19 dan Ancaman Hepatitis Akut

Selepas kepergian bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1443 H, Pemerintah Kota Tangerang mulai mewaspadai ancaman Hepatitis Akut.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui di Kantor Kecamatan Tangerang, Selasa (10/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Selepas kepergian bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1443 H, Pemerintah Kota Tangerang mulai mewaspadai ancaman hepatitis akut.

Sebagaimana diketahui, Hepatitis akut telah memakan beberapa korban jiwa di Indonesia.

Korbannya pun rata-rata adalah anak kecil di bawah umur bahkan balita.

Padahal, hingga saat ini Kota Tangerang masih dibayang-bayangi kengerian Covid-19.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah meminta, masyarakatnya untuk melaporkan kedatangannya di Kota Tangerang selepas mudik.

Baca juga: Menteri Kesehatan: Kemungkinan Besar Penyebab Hepatitis Akut Adalah Adenovirus Strain 41

Masyarakat dapat melaporkan ke perangkat pemerintahan setempat.

"Kita (Pemkot Tangerang) ingin membangun kesadaran masyarakat, kan di wilayah ada ketua RT dan RW. Untuk selanjutnya diverifikasi, agar tidak perlu dilakukan operasi yustisi," ungkap Arief yang ditemui di Kantor Kecamatan Tangerang, Selasa (10/5/2022).

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui di kantornya usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 se-Tangerang Raya, Selasa (8/2/2022).
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat ditemui di kantornya usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 se-Tangerang Raya, Selasa (8/2/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Selain kedatangan penduduk, Arief juga menjabarkan upaya Pemkot dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 pasca-Idulfitri.

Terutama hepatitis misterius yang saat ini terjadi wilayah lain di Indonesia.

"Kasus harian Covid-19 masih terkendali, walaupun masih ada penambahan kasus tapi jumlahnya tidak signifikan,"

"Skrinning masih terus dilakukan oleh Dinkes, selain memasifkan program vaksinasi Covid-19 dan swab secara acak," beber Arief.

Pasalnya, Pemkot Tangerang juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial dan juga berbagai pihak.

Baca juga: Belum Ditemukan Kasus Hepatitis Akut di Kota Tangerang, Warga Diminta Waspada

Seperti rumah sakit, klinik serta melalui kecamatan sebagai langkah mitigasi kasus hepatitis dan Covid-19 agar dapat melakukan skrinning lebih masif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved