Hepatitis Akut di Jabodetabek

Waspada Ancaman Hepatitis Akut di Jakarta, Politisi PDIP Dorong 3 Hal Ini ke Pemprov DKI

Anggota DPRD DKI Fraksi PDI Perjuangan, Ima Mahdiah ikut menyoroti ancaman hepatitis akut misterius di DKI Jakarta.

TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Anggota DPRD DKI Fraksi PDI Perjuangan, Ima Mahdiah ikut menyoroti ancaman hepatitis akut misterius di DKI Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota DPRD DKI Fraksi PDI Perjuangan, Ima Mahdiah ikut menyoroti ancaman hepatitis akut misterius di DKI Jakarta.

Diketahui, sebanyak 21 kasus hepatitis akut misterius sudah ditemukan di DKI Jakarta, tiga anak di antaranya meninggal dunia.

"Kalau menurut saya atau mewakili dari fraksi yang pertama Dinas Pendidikan harus kerja sama dengan Dinas Kesehatan. Jadi ketika sudah mulai ada keluhan-keluhan harus melaporkan kepada Puskesmas setempat gitu. Jadi terdeteksinya bisa lebih cepat," kata Ima Mahdiah saat dihubungi, Jumat (13/5/2022).

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini pun mendesak Pemprov DKI untuk melakukan jemput bola dalam hal sosialisasi, khusunya ke sekolah-sekolah.

Berikut tiga hal yang disarankan oleh pihaknya ke Pemprov DKI Jakarta:

Baca juga: Gelar Sosialisasi ke Warga, Lurah Mangga Dua Selatan Khawatir Hepatitis Akut Masuk ke Wilayahnya

Pertama terkait dengan kebersihan di sekolah. Jadi seluruh pejabat, seluruh eksekutif harus turun baik ke masyarakat maupun ke sekolah langsung.

Kedua, yakni menyarankan agar para siswa membawa bekal dari rumah saat PTM berlangsung.

"Jadi kantin-kantin di sekolah jangan dibuka dulu karena hepatitis ini masih meningkat. Jadi dua itu harus diprioritaskan," lanjutnya.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Ima Mahdiah saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020)
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Ima Mahdiah saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020) (TribuJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Ketiga, yakni baik dari pihak puskesmas, RSUD sampai dengan RSUK untuk mempersiapkan bila suatu saat ada gelombang ataupun bertambahnya kasus hepatitis.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved