Hepatitis Akut di Jabodetabek

Gelar Sosialisasi ke Warga, Lurah Mangga Dua Selatan Khawatir Hepatitis Akut Masuk ke Wilayahnya

Kelurahan Mangga Dua Selatan bersama Puskesmas Kecamatan Sawah Besar memutuskan menggelar sosialisasi penyakit hepatitis akut di RW 005.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Pihak Puskesmas Sawah Besar bersama kelurahan Mangga Dua Selatan memberikan sosialisasi penyakit hepatitis akut di RW 005 pada Jumat (13/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Kelurahan Mangga Dua Selatan bersama Puskesmas Kecamatan Sawah Besar memutuskan menggelar sosialisasi penyakit hepatitis akut di RW 005 pada Jumat (13/5/2022).

Ternyata alasannya lantaran RW 005 termasuk salah satu kampung padat dan kumuh di kelurahan Mangga Dua Selatan.

Maka dari itu, pihak Kelurahan dan puskesmas berinisiatif memberikan sosialisasi terhadap warga di sana.

"Salah satu kenapa kita adakan sosialisasi di RW 005 karena termasuk RW padat penduduk yang juga termasuk ke dalam RW kumuh sedang," kata Lurah Mangga Dua Selatan, Agata Bayu Putra kepada TribunJakarta.com pada Jumat (13/5/2022).

Agata melanjutkan sejauh ini belum ditemui kasus hepatitis akut di wilayahnya.

Baca juga: Kelurahan Mangga Dua Selatan Sosialisasi Penyakit Hepatitis Misterius, Emak-emak Antusias Nyimak

"Alhamdulilah masih belum ada kasus ya. Mudah-mudahan bisa dipertahankan dan salah satu upayanya kita terus mensosialisasikan kepada warga," tambahnya.

Ia berharap kasus ini tidak ada di wilayah Kecamatan Sawah Besar.

Lurah Mangga Dua Selatan, Agata Bayu Putra saat memberikan sosialisasi penyakit hepatitis akut di RW 005, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar pada Jumat (13/5/2022).
Lurah Mangga Dua Selatan, Agata Bayu Putra saat memberikan sosialisasi penyakit hepatitis akut di RW 005, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar pada Jumat (13/5/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Lusi Widiastuti mengatakan warga sejauh ini belum tersosialisasikan dengan baik.

Maka, sosialisasi ini penting bagi warga agar bisa mencegah.

"Tadi warga cukup antusias ya. Mereka belum tersosialisasikan dengan baik terkait penyakit ini," ujarnya.

Ia meminta agar orangtua harus mewaspadai bila anak memiliki gangguan cerna.

Bisa jadi, itu gejala awal penyakit hepatitis akut.

Baca juga: Hepatitis Misterius Merebak di Jakarta, Tenaga Pendidik Diminta Terapkan Prokes dan Pencegahan Dini

"Harus segera datang ke fasilitas kesehatan. Lebih baik lagi datang ke puskesmas karena kami akan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk melihat penyebabnya," pungkas Lusi.

Usai memberikan sosialisasi, petugas puskesmas didampingi lurah menyambangi rumah warga yang memiliki anak balita. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved