Ini Dia Penampakan Sampah yang Sebabkan Simpang Mampang Depok Banjir hingga Lebih Dari 10 Jam
Lebih dari lima petugas Dinas SDA Kota Depok terjun ke dalam kali untuk mengevakuasi sampah yang tersumbat di kolong jembatan Persimpangan Mampang ini
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Banjir di Simpang Mampang Pancoran Mas, Kota Depok, perlahan mulai teratasi siang ini setelah sejumlah petugas dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) hingga Dinas Damkar Kota Depok terjun ke lokasi.
Pantauan di lokasi, lebih dari lima petugas Dinas SDA Kota Depok terjun ke dalam kali untuk mengevakuasi sampah yang tersumbat di kolong jembatan Persimpangan Mampang ini.
Evakuasi sampah ini juga harus menggunakan mobil petugas Damkar Kota Depok, yang mana potongan sampah kayu berukuran besar dililitkan menggunakan tali baja dan ditarik menggunakan mobil tersebut.
Setelah beberapa jam evakuasi, beberapa potongan kayu pun berhasil ditarik keluar dari kolong jembatan dan air pun kembali mengalir deras membawa tumpukan sampah rumah tangga.
Dengan sigap, sejumlah petugas SDA langsung mengangkat sampah tersebut secara gotong royong dan dimasukan ke dalam mobil truk pengangkut.
Baca juga: Simpang Mampang Depok Banjir Lagi, Ketua RT: Ini Setiap Tahun
Setelahnya, banjir yang menggenangi Persimpangan Mampang dan pemukiman warga pun perlahan mulai surut sekira pukul 11.00 WIB siang.
Sebelumnya juga diberitakan, Ketua RT setempat, Guno Triyono, mengatakan, daerahnya sudah menjadi 'langganan' banjir setiap tahun, terlebih ketika curah hujan tinggi dan angin kencang yang menyebabkan banyak pohon tumbang.

"Ini setiap tahun selalu banjir, pas kita lihat ternyata ada beberapa pohon di aliran kali terangkut di jembatan," kata Guno pada wartawan di lokasi, Rabu (18/5/2022).
"Mungkin karena Minggu kemarin ada puting beliung pohon pada tumbang jatuh ke kali, sehingga menutupi aliran kali dan jadi mampet," timpalnya.
Lanjut Guno, permasalahan lainnya yang jadi penyebab banjir ini adalah drainase yang tidak maksimal.

"Kemudian permasalahan drainase yang blm lama kita buat, ternyata belum sepenuhnya mengatasi banjir ini," ungkapnya.
Terakhir, Guno mengatakan bahwa kurang lebih ada 11 rumah warga yang terdampak banjir ini.
"Ada 11 rumah, yang ngungsi paling ke rumah tetangga yang gak kena banjir. Saya sudah koordinasi dengan camat dan lurah, sudah didatangkan Satgas Banjir," pungkasnya.