Berbagi Pengalaman Horor Lewat Workshop Fotografi Hantu, Berani Ikut?

Terlepas foto atau video tersebut benar atau hasil editan, nyatanya ada lho komunitas yang memang menekuni bidang tersebut. 

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Dokumentasi pribadi
Pendiri Ghost Photography Comunity (GPC), Mickey Oxcygentri. 

"Di Indonesia semua yang berkaitan dengan makhluk tak kasat mata pasti dikaitkan dengan hal supranatural, tapi kami ingin lebih elegan.

Kegiatan kami ini berdasarkan ilmiah bukan karena klenik," ujar Mickey di acara Hello Weekend TribunJakarta.com, Sabtu (19/2/2022).

Berbeda dengan paranormal yang menggunakan sudut pandang supranatural dan di luar nalar, Mickey di GPC melakukannya dengan metode keilmuan.

Antara teknologi yang semakin canggih dalam hal ini kamera dan ilmu fisika, Mickey menyebut itulah yang mendasari kegiatan di GPC dalam memotret makhluk tak kasat mata.

Bahkan, ia menyebut dengan menggunakan kamera ponsel juga bisa untuk memotret makhluk tak kasat mata.

Baca juga: Mengejutkan, Ada Orang Terdidik Ikut Pesugihan Demi Pangkat dan Jabatan

"Idealnya menggunakan kamera thermal, tapi itu mahal.

Tapi intinya pakai digital sudah bisa, entah itu kamera pocket, DSLR maupun handphone," tuturnya.

Mickey pun menjelaskan teori fisika bagaimana caranya dia dan komunitas GPC bisa sampai memotret hantu.

"Rumusnya E sama dengan BW.

E itu adalah energi dan BW itu brain waves atau gelombang otak," jelas Mickey.

Aldi Depenk (kanan) bersama pendiri Ghost Photography Comunity (GPC), Mickey Oxcygentri di acara Hello Weekend Tribun Jakarta.
Pendiri Ghost Photography Comunity (GPC), Mickey Oxcygentri (kiri) di acara Hello Weekend Tribun Jakarta. (Tribun Jakarta)

Total ada enam macam gelombang otak manusia yakni infralow, gelombang delta, theta, alfa, beta dan gelombang gamma.

Dijelaskan Mickey, pada dasarnya gelombang manusia itu turun naik tergantung kondisi seseorang itu sendiri.

Sederhananya dalam kegiatan hunting GPC, semakin seseorang lelah maka dia akan makin mudah mendapatkan foto astral.

"Jika kita tersugesti tentang tempat seram, kita coba foto-foto kemungkinan besar kita akan dapat," kata Mickey.

"Karenanya kita hunting di malam hari ketika badan sudah capek, itu akan lebih cepat dapat (foto hantu).

Sedangkan jika badan sedang fit itu malah sulit untuk dapat," sambung dia.

Baca juga: Yakini Komunikasi Spiritual, Mahasiswa Ini Berani Bikin Skripsi tentang Pesugihan di Pantura Jawa

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved