Berbagi Pengalaman Horor Lewat Workshop Fotografi Hantu, Berani Ikut?
Terlepas foto atau video tersebut benar atau hasil editan, nyatanya ada lho komunitas yang memang menekuni bidang tersebut.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tribuners pernah mendengar tentang fotografi hantu?
Seiring maraknya penggunaan sosial media, Anda pasti sering kali melihat berbagai foto atau video viral yang diklaim tanpa sengaja memotret keberadaan makhluk halus di sekitar kita.
Terlepas foto atau video tersebut benar atau hasil editan, nyatanya ada lho komunitas yang memang menekuni bidang tersebut.
Bagi Anda yang penasaran, komunitas fotografi hantu Ghost Photography Community (GPC) berlolaborasi dengan Mal FX Sudirman, menggelar rangkaian acara bertajuk 'Ghost in the Lens' pada akhir Mei 2022 ini.
Diketahui, GPC merupakan komunitas fotografi hantu di Indonesia dengan konsep dan prinsip yang sudah memiliki hak cipta.
Baca juga: Motret Hantu di Ponsel Bukan Tak Mungkin, Ternyata Bisa Dibuktikan Secara Ilmiah, Ini Penjelasan GPC
Komunitas ini, kerap mengadakan event berbau horor hingga melaksanakan kegiatan hunting pada banyak lokasi horor di Indonesia.
Adapun dalam rangkaian acara kali ini, GPC menggelar beberapa program edukasi diantaranya meliputi Ghost Stories, Supranatural Experience, hingga Workshop Fotografi Hantu, dan Magic Show yang berlangsung tanggal 28-29 Mei 2022.
Nantinya, Workshop Fotografi Hantu akan langsung dipandu oleh Founder GPC yakni Mickey Oxcygentri dan Skjen GPC Yogi Aristiawam.
Pengunjung mal dapat bergabung untuk berbagi pengalaman horornya pada acara ini. Berani coba?
Ngobrol Bareng GPC
Di acara Hello Weekend TribunJakarta.com, Mickey Oxcygentri menjelaskan panjang lebar mengenai Ghost Photography Community (GPC).
Baca juga: Bukan Orang, Tumbal Pelaku Pesugihan di Tempat Ini Harus Bangun Masjid dan Pesantren
Bak menabrak pakem di masyarakat selama ini, Mickey menyebut apa yang dilakukan bersama GPC sama sekali tak berkaitan dengan hal supranatural.
Padahal di satu sisi dia mengakui bahwa apa yang dilakukan di komunitasnya berkaitan dengan makhluk tak kasat mata.
Lantas mengapa demikian? Mickey punya jawabannya.
"Di Indonesia semua yang berkaitan dengan makhluk tak kasat mata pasti dikaitkan dengan hal supranatural, tapi kami ingin lebih elegan.
Kegiatan kami ini berdasarkan ilmiah bukan karena klenik," ujar Mickey di acara Hello Weekend TribunJakarta.com, Sabtu (19/2/2022).
Berbeda dengan paranormal yang menggunakan sudut pandang supranatural dan di luar nalar, Mickey di GPC melakukannya dengan metode keilmuan.
Antara teknologi yang semakin canggih dalam hal ini kamera dan ilmu fisika, Mickey menyebut itulah yang mendasari kegiatan di GPC dalam memotret makhluk tak kasat mata.
Bahkan, ia menyebut dengan menggunakan kamera ponsel juga bisa untuk memotret makhluk tak kasat mata.
Baca juga: Mengejutkan, Ada Orang Terdidik Ikut Pesugihan Demi Pangkat dan Jabatan
"Idealnya menggunakan kamera thermal, tapi itu mahal.
Tapi intinya pakai digital sudah bisa, entah itu kamera pocket, DSLR maupun handphone," tuturnya.
Mickey pun menjelaskan teori fisika bagaimana caranya dia dan komunitas GPC bisa sampai memotret hantu.
"Rumusnya E sama dengan BW.
E itu adalah energi dan BW itu brain waves atau gelombang otak," jelas Mickey.
Total ada enam macam gelombang otak manusia yakni infralow, gelombang delta, theta, alfa, beta dan gelombang gamma.
Dijelaskan Mickey, pada dasarnya gelombang manusia itu turun naik tergantung kondisi seseorang itu sendiri.
Sederhananya dalam kegiatan hunting GPC, semakin seseorang lelah maka dia akan makin mudah mendapatkan foto astral.
"Jika kita tersugesti tentang tempat seram, kita coba foto-foto kemungkinan besar kita akan dapat," kata Mickey.
"Karenanya kita hunting di malam hari ketika badan sudah capek, itu akan lebih cepat dapat (foto hantu).
Sedangkan jika badan sedang fit itu malah sulit untuk dapat," sambung dia.
Baca juga: Yakini Komunikasi Spiritual, Mahasiswa Ini Berani Bikin Skripsi tentang Pesugihan di Pantura Jawa
Untuk itu, Mickey menyebut mengajak orang penakut ketika hunting justru akan menjadi berkah untuk hasil akhir yang didapat para anggota GPC.
"Karena si orang penakut ini akan mudah tersugesti.
Ketika dia yakin di titik tertentu ada hantunya, maka langsung foto aja di situ dan kemungkinan besar ya memang benar ada," tutur Mickey.
Berdasar dari penuturan itu, Mickey memastikan semua yang dilakukan di GPC berdasarkan sains.
Adapun keseharian Mickey Oxcygentri, ialah dosen fotografi di FISIP Universitas Singaperbangsa Karawang.
Berawal dari pengalaman pribadi
Mickey menerangkan, GPC terbentuk berawal dari pengalaman pribadinya.
Kala itu, di tahun 2013, Mickey yang sedang mengendarai mobil di wilayah Sukabumi, Jawa Barat melihat ada sesosok bayangan melintas.
"Di mata saya kelihatan tapi pas saya lihat di spion enggak ada," kata Mickey.
Namun, Mickey malah dibilang berhalusinasi ketika menceritakan pengalaman horornya kepada rekan-rekannya.
Baca juga: Antimainstream, Mahasiswa Ini Angkat Skripsi Ritual Pesugihan di Pantai Utara Jawa
Mickey yang meyakini bahwa apa yang dilihatnya itu memang makhluk astral lantas mencari cara untuk menjawab rasa penasarannya.
Akhirnya, dia pun menelusuri sejumlah tempat angker dan memotret suasana di sana berbekal ilmu fotografi yang dimiliki.
Saat itu kesabaran Mickey diuji lantaran hampir satu tahun hunting tak juga membuahkan hasil.
Di saat sudah mulai frustasi, rupanya apa yang dicari Mickey tercapai.
"Waktu itu saya ajak teman yang penakut, eh malah dapat. Itu tempatnya di bekas pabrik di Cibinong, pas dilihat hasilnya ada yang janggal tahunya buntut macan," jelas Mickey.
Saking senangnya mendapatkan objek makhluk astral, Mickey kemudian membagikan hasil jepretannya itu ke forum percakapan media sosial.
"Gue bagiiin fotonya di Kaskus dan ternyata banyak yang mau ikutan hunting akhirnya saya dirikan Ghost Photography Community," ucap Mickey.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/mickey-oxcygentri-dari-gpc.jpg)