Gaya Panglima TNI Turun Pesawat Bikin Adem: Bawa Sendiri Ranselnya, Ada Panggilan Khusus ke Anggota
Gaya Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sewaktu turun dari pesawat menuai pujian.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM - Gaya Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sewaktu turun dari pesawat menuai pujian.
Dalam video yang beredar, terlihat Jenderal Andika turun dari pesawat milik TNI.
Dia kemudian disambut oleh sejumlah prajurit TNI.
Melansir Surya, video itu diambil saat Jenderal Andika tiba di Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman, Kel. Mautapaga, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur untuk menghadiri acara perayaan Hari Lahir Pancasila.
Saat turun dari pesawat Jenderal Andika tersenyum ramah untuk semua orang.
Dia juga mengucapkan terimakasih kepada awak pesawat yang telah membawanya.
Baca juga: Jenderal Andika Laris Dibidik Jadi Kandidat Capres 2024, 2 Partai Ini Terang-terangan Nyatakan Sikap
Meski berstatus Panglima TNI, Jenderal Andika nampak membawa sendiri ransel miliknya saat turun dari pesawat.
Kemudian, Jenderal Andika berjalan sambil menyalami satu per satu anggota TNI yang memberi salam penghormatan untuknya.

Dua bahkan tak segan memanggil para prajuritnya dengan panggilan Mas meski secara pangkat dan jabatan Jenderal Andika jauh lebih tinggi.
Tak ayal video itu mendapat komentar positif dari para netizen.
Jenderal Andika bicara namanya masuk radar pilpres 2024
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memberikan respon terkait namanya yang digadang-gadang maju pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Jenderal Andika Perkasa diisukan diisukan duet dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Terkait hal tersebut, Andika berterimakasih kepada masyarakat atas dukunga untuk maju bersama Ganjar Pranowo.
Meski begitu, Andika mengaku tengah fokus menjalani pekerjaannya saat ini sebagai Panglima TNI.
"Saya terima kasih banyak atas dukungan dari banyak orang, saya sangat menghargai sekali karena itu kepercayaan kepada saya secara pribadi maupun sebagai wakil dari institusi TNI."
"Tapi yang jelas saya masih bertugas jadi Panglima TNI, saya harus fokus pada pekerjaan saya," ujar Andika, dikutip dari tayangan Youtube tvOne, Kamis (26/5/2022).
Baca juga: Jokowi Blusukan ke Pasar Ditemani Ganjar dan Risma, Bentuk Dukungan untuk Pilpres 2024?
Dikatakan Andika, ia mengaku belum pernah dipertemukan dengan Ganjar untuk mendiskusikannya.
"Sampai saat ini belum pernah (dipertemukan)," jelasnya.
Sudah Dilirik Partai Nasdem dan PKB
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyebut bahwa Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa masuk dalam radar pihaknya untuk didukung maju di Pilpres 2024.

"(Jenderal Andika Perkasa ada dalam radar PKB) masuk dong," kata Waketum PKB Jazilul Fawaid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2022), dikutip dari Tribunnews.
Meski begitu, Gus Jazilul, sapaan karibnya mengatakan bahwa prioritas PKB sekarang masih mendorong Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi calon presiden.
Hal itu menurutnya bisa menjadi faktor x lantaran PKB sendiri punya modal.
"Mungkin dong kita punya 10 persen suara kok," tuturnya.
Gus Jazil mengatakan, PKB sendiri ingin membudayakan agar kader partai terlebih dahulu yang diprioritaskan untuk maju bertarung di Pilpres.
Ia mengumpamakan misalnya ada seorang pengusaha ingin maju bertarung di Pilpres tapi tak punya kendaraan partai politik.
"Gini masa iya misalkan orang tidak pernah berpolitik dia jadu pengusaha tiba-tiba nyalon kan nggak fair ini dari dulu jadi pengusaha aja jangan ngurus parpol. PKB ingin membudayakan gitu, maksud saya gitu," jelasnya.
Selain PKB, sebelumnya, Ketua Teritorial Pemenangan Pemilu Banten-DKI Jakarta Partai Nasdem A Effendy Choirie menyebut, pihaknya sudah menyerap aspirasi masyarakat terkait sosok capres yang akan diberikan kepada Ketua Umum Surya Paloh saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Juni 2022 mendatang.
Ia menjelaskan, sejumlah nama yang muncul dalam bursa capres dari Partai Nasdem.
Nama tersebut adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Andika Perkasa, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
"Ada Anies Baswedan. Nama Anies memang lebih dominan. Kemudian, ada nama Panglima TNI Andika Perkasa, Erick Thohir, ada nama Ganjar. Itu dari luar kader Partai Nasdem," kata Effendy kepada Kompas TV, Kamis (5/5/2022).
Elektabilitas Andika Melebihi Puan Maharani
Hasil Survei Kepemimpinan Nasional Kompas menunjukkan dinamika pada papan tengah tokoh yang berpeluang dipilih menjadi Calon Presiden pada Pemilihan Presiden 2024.
Ada nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang memperoleh dukungan 2 persen sebagai capres.
Mengutip Kompas.TV, hasil Survei Litbang Kompas menunjukkan perolehan dukungan terhadap Andika jauh lebih tinggi ketimbang Ketua DPR RI Puan Maharani.
Puan hanya memperoleh 0,6 persen dukungan untuk terpilih menjadi capres di Pilpres 2024 pada survei yang diselenggarakan Litbang Kompas pada 17-30 Januari 2022.
Sementara rekan Puan di PDIP, Ganjar Pranowo berada di posisi ke dua teratas dengan perolehan 20,5 persen dan Tri Rismaharini dengan 2,6 persen.
Adapun yang tertinggi Prabowo Subianto dengan 26,5 persen.
Sementara itu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memperoleh dukungan 1,1 persen.
Posisi Erick sama dengan Menko Polhukam Mahfud MD yang juga memperoleh 1,1 persen dukungan sebagai capres Pilpres 2024.
Sebagai informasi, survei dilakukan lewat wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia.
Margin of error penelitian adalah +/- 2,8 persen sehingga dapat dikatakan ada perbedaan potensi keterpilihan yang cukup signifikan di antara ketiga tokoh tersebut.
Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Namanya Diduetkan dengan Ganjar di Pilpres 2024, Jenderal Andika: Saya Sangat Menghargai