Formula E
Bangganya Anies Formula E Sukses, Politikus PDIP Berseloroh: Ini Hampir Tak Mungkin Untung!
Politikus PDIP Gilbert Simanjuntak berseloroh, balap mobil Formula E yang digelar Sabtu (4/6/2022) kemarin hampir tak mungkin menguntungkan bagi DKI.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Politikus PDIP Gilbert Simanjuntak berseloroh, balap mobil Formula E yang digelar Sabtu (4/6/2022) kemarin hampir tak mungkin menguntungkan bagi DKI Jakarta.
Pasalnya, pemasukan dari ajang balap mobil listrik ini dinilai tak sebanding dengan anggaran yang sudah digelontorkan.
"Ini (Formula E) hampir tidak mungkin untung, berapa keuntungannya? Tiketnya saja kalau kita hitung dengan yang lainnya cuma (untung) Rp10 miliar sampai Rp20 miliar," ucapnya di gedung DPRD DKI, Senin (6/6/2022).
Perkiraan keuntungan ini tentu sangat jauh dibandingkan dengan anggaran yang sudah dikeluarkan Pemprov DKI demi menggelar Formula E.
Pasalnya, Pemprov DKI sudah menghabiskan anggaran hingga Rp750 miliar.
Baca juga: Giring Tak Akui Kesuksesan Formula E, Wagub DKI Beri Tanggapan Santai: Yang Penting Warga Bersinergi
Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp560 miliar diambil dari APBD DKI, sedangkan sisanya berasal dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
Adapun Jakpro merupakan BUMD yang ditunjuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menggelar Jakarta E-Prix.

Gilbert pun mempertanyakan pernyataan panitia pelaksana (Panpel) Jakarta E-Prix yang juga sempat mengakui Formula E baru bisa menghasilkan keuntungan di tahun kedua.
Sedangkan, peluang untuk meraup keuntungan besar di tahun pertama penyelenggaraan Formula E cukup kecil.
"Ya kenapa (Formula E) dikerjakan? Kenapa dia meminta kita memaklumi kalau rugi? Siapa yang mau maklumi kalau rugi?," ujarnya penuh tanya.
Tak hanya itu, anggota Komisi B DPRD DKI ini pun menyebut, anggaran juga harus dikeluarkan untuk biaya perawatan lintasan balap.
Pasalnya, trek Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) dibangun di atas lahan berlumpur.

"Kalau (Formula E) mau dikerjakan lagi di 2023 dan 2024 itu berarti trek yang permanen ini butuh pemeliharan," ujarnya.
Oleh karena itu, Gilbert pun meminta Anies mempertanggungjawabkan kerugian yang ditimbulkan dari gelaran Formula E yang terkesan dipaksakan.