Khilafatul Muslimin Provokasi di Website dan Buletin, Tawarkan Khilafah Jadi Pengganti Pancasila
Polda Metro Jaya menyatakan ormas Khilafatul Muslimin pimpinan Abdul Qadir Hasan Baraja melakukan beberapa tindak pidana.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polda Metro Jaya menyatakan ormas Khilafatul Muslimin pimpinan Abdul Qadir Hasan Baraja melakukan beberapa tindak pidana.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, perbuatan melawan hukum yang dilakukan Khilafatul Muslimin tidak hanya terkait aksi konvoi di Cawang, Jakarta Timur, Minggu (29/5/2022) lalu.
"Namun sebuah kegiatan yang tidak terpisahkan dari provokasi yang diucapkan dengan kebencian, serta berita bohong yang dilakukan dengan menjelekkan pemerintahan saat ini yang ada di negara kita," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2022).
Zulpan memaparkan, provokasi itu disebarkan ormas Khilafatul Muslimin melalui website dan buletin yang terbit setiap bulannya.
"Kelompok ini menawarkan khilafah sebagai pengganti ideologi negara. Tentu ini bertentangan dengan UUD 1945," ujarnya.
Baca juga: Tiba di Polda Metro Jaya, Inilah Sosok Pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan
"Semua itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan yang menyatakan Pancasila tidak sesuai, hanya khilafah yang bisa memakmurkan bumi dan mensejahterakan umat," tambahnya.
Atas dasar itu, Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dengan membentuk tim khusus dan menangkap Abdul Qadir sebagai pimpinan tertinggi ormas Khilafatul Muslimin.
"Kegiatan Khilafatul Muslimin ini murni melawan hukum. Kita tegaskan juga, siapapun tidak boleh melawan hukum di negara ini," tegas Zulpan.
Abdul Qadir Hasan Baraja ditangkap di Bandar Lampung pada Selasa (7/6/2022) sekitar pukul 06.30 WIB.
Seusai ditangkap, Abdul Qadir dibawa ke Polda Metro Jaya. Ia tiba sekitar pukul 16.15.
Pantauan TribunJakarta.com, Abdul Qadir tiba di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 16.15 WIB.
Abdul Qadir diturunkan dari minibus berwarna putih dengan pelat nomor B 7898 SDA.

Pemimpin Khilafatul Muslimin itu tampak mengenakan gamis berwarna hitam, sorban coklat, sarung, peci putih, dan sandal.
Sesaat setelah turun dari minibus, Abdul Qadir melambaikan tangan ke arah simpatisannya dan awak media. Ia juga sempat melempar senyum di Polda Metro Jaya.