Ribuan Sapi di Kab Bandung Terjangkit PMK, Warga Ramai-ramai Sembelih Sapi Sekarat
Menurut warga, sapi yang dibawa warga ini terkena penyakit PMK sehingga jika di biarkan di kandang akan mati.
TRIBUNJAKARTA.COM, KAB BANDUNG - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkit sapi akibat virus dengan genus Aphthovirus, terus terjadi di sejumlah daerah.
Di Kabupaten Bandjung Jawa Barat, tercatat lebih 2 ribu ekor sapi terjangkit PMK hingga memaksa peternak menyembelih sapi mereka yang sekarat.
Seperti di Desa Wanasuka, Pangalengan, Kabupaten Bandung, belasan warga setempat harus gotong-royong melalui jalan setapak yang menanjak, saat menggotong seekor sapi yang sakit dan sudah sekarat akibat PMK.
Sapi itu dibawa ke tempat yang lebih tinggi untuk segera disembelih.
Menurut warga, sapi yang dibawa warga ini terkena penyakit PMK sehingga jika di biarkan di kandang akan mati. Sapi yang sekarat itu terpaksa disembelih agar bisa di konsumsi warga.
Baca juga: Sebanyak 19 Ekor Sapi di Kota Bekasi Positif Terpapar Penyakit Mulut dan Kuku
Ijang, salah seorang peternak mengatakan, sapi tersebut diketahui sudah terjangkit PMK sejak satu pekan terakhir dan sudah kesulitan untuk berdiri.
Dan menurutnya, kasus kematian sapi peternakan akibat PMK ini sudah mencapai 15 ekor.
"Di sini banyak (sapi terjangkit PMK). Induk tujuh (ekor), anak delapa," ujar Ijang, salah satu peternak sapi di Desa Wanasuka Pangalengan, Jumat (10/6/2022).

Bupati Bandung Dadang Supriatna sampai datang langsung ke desa terdampak sapi terjangkit PMK tersebut.
Ia merasa prihatin setelah melihat langsung belasan orang peternak, membawa sapi sekarat.
Sang bupati pun langsung memerintahkan kepala dinas pertanian untuk segera menyiapkan rapat koordinasi.
Di Kabupaten Bandung secara menyeluruh kasus PMK sudah menjakiti 2.658 ekor sapi.
Baca juga: Bikin Geger hingga Dikecam DPR,Pemilik Babiambo Minta Maaf & Jelaskan Maksud Jualan Nasi Padang Babi
Pemerintah daerah terus berupaya dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, untuk segera mencari solusi dan pengadaan vaksinasi sapi, sebelum penularan PMK dan kasus kematian sapi lebih banyak lagi.
"Walau bagaimana pun virus ini kan tidak bisa dilihat secara fisik. Tetapi, ini harus segera dilakukan vaksinasi. Barusan saya sudah berbincang (dengan kepala dinas pertanian) dalam waktu dekat kami akan lakukan vaksinasu untuk sapi," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas Tv dengan judul 2.658 Ekor Sapi di Kab. Bandung Terjangkit PMK