Cerita Kriminal

Kakek Rudapaksa Anak dan Cucu Bergiliran, Korban Tak Kuasa Diancam: Biar Gak Sakit saat Berhubungan

Perbuatan bejat seorang kakek yang merudapaksa lima anak kandung dan dua cucunya akhirnya terbongkar. Alasannya biking geleng-geleng.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Wahyu Septiana
DOUG MENUEZ/GETTY IMAGES
Ilustrasi borgol - Perbuatan bejat seorang kakek yang merudapaksa lima anak kandung dan dua cucunya akhirnya terbongkar. Alasannya biking geleng-geleng. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Perbuatan bejat seorang kakek yang merudapaksa lima anak kandung dan dua cucunya akhirnya terbongkar.

Kakek kakek berinisial RH atau BO (51) itu menjalankan aksinya sembari mengancam korban.

Kelima anak yang menjadi korban pemerkosaan BO itu yakni KH (16), IGH (18), EDH (24), LVH (27) dan anak yang masih berusia 9 tahun.

Sedangkan dua cucu yang menjadi korban BO masih berusia 5 tahun dan 6 tahun.

Pemerkosaan itu terjadi di rumah pelaku yang terletak di salah satu kawasan di Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Perbuatan bejat pelaku terhadap para korban dilakukan sejak 2007 hingga 2022.

Baca juga: Biar Gak Sakit saat Berhubungan dengan Suami Ucap Kakek di Kota Ambon Usai Rudapaksa Anak dan Cucu

"Setelah diperiksa, pelaku langsung ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pulau Ambon Ipda Moyo Utomo, kepada Kompas.com, Kamis (16/6/2022).

Perbuatan biadab BO terbongkar saat salah seorang korban mengeluh merasakan sakit di bagian organ intimnya kepada sang ibu.

RH alias BO (51) tersangka rudapaksa anak dan cucu, digiring ke ruang Perlindungan Perempuan dan Anak di Mapolresta Pulau Ambon untuk menjalani pemeriksaan, Kamis (16/6/2022)
RH alias BO (51) tersangka rudapaksa anak dan cucu, digiring ke ruang Perlindungan Perempuan dan Anak di Mapolresta Pulau Ambon untuk menjalani pemeriksaan, Kamis (16/6/2022) (Kolase Tribun Jakarta/ Kompas/TribunMedan)

Peristiwa tersebut terjadi saat korban diantar ibunya pergi buang air besar di dekat sungai.

Setelah korban selesai buang air, ibu korban membersihkan kotoran korban dan saat itu ia menjerit kesakitan.

Melihat anaknya kesakitan, sang ibu kemudian bertanya kepada korban.

Namun saat itu korban tidak menjawab dan hanya diam.

Baca juga: Pengakuan Pelaku Tega Ajak 2 Teman Gagahi Bergilir Pacar Sendiri Sampai Tewas: Kecewa Dia Open BO

“Beberapa hari kemudian pada tanggal 4 Juni 2022, korban bercerita semua kejadian yang dialaminya kepada ibunya,” ungkapnya.

Tak terima dengan kejadian yang dialami anaknya, sang ibu kemudian membuat laporan ke polisi pada 6 Juni 2022.

Polisi yang mendapat laporan itu langsung bergerak dan menangkapnya.

Baca juga: Yang Lain Sibuk Salat Tarawih, Pria di Sukabumi Malah Tega Mencoba Merudapaksa Istri Tetangga

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved