Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Kasus Harian Covid-19 Naik Lagi, RLC di Tangsel Nihil Pasien

Walau kasus harian Covid-19 meningkat lagi, Rumah Lawan Covid-19 (RLC) di Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, sudah tidak merawat pasien lagi.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
Jaisy / TribunJakarta
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie di Balai Kota Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat - Walau kasus harian Covid-19 meningkat lagi, Rumah Lawan Covid-19 (RLC) di Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, sudah tidak merawat pasien lagi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Walau kasus harian Covid-19 meningkat lagi, Rumah Lawan Covid-19 (RLC) di Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, sudah tidak merawat pasien lagi.

Hal tersebut diamini Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie.

"Sudah satu bulan lamanya tidak ada pasien Covid-19 yang ditangani di sana," ungap dia kepada wartawan, Sabtu (18/6/2022).

Benyamin memastikan, pihaknya tetap menyiagakan RLC sebagai lokasi isolasi dan perawatan pasien Covid-19.

Namun, kapasitas tempat tidur pasien yang semula 300 tempat tidur, dikurangi menjadi 150.

Baca juga: Sapi di Tangsel Sempat Terdampak Wabah PMK Jelang Iduladha, Wali Kota Benyamin: Aman

"RLC tetap disiagakan jelas, untuk penanganan Covid-19, terutama yang zona 2 dengan tempat tidur," ujar Benyamin.

Lalu, petugas medis yang semula siaga penuh di lokasi RLC, kini dikurangi melalui sistem piket.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Senin (23/8/2021).
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Senin (23/8/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR)

Para petugas medis pun bertugas di fasilitas kesehatan yang sewaktu-waktu siap untuk kembali bertugas kembali ke RLC.

"Karena di RLC belum ada yang ditangani, maka tenaga medis tersebut dikembalikan dulu ke OPD nya.

Dan mereka selalu siap setiap saat dipanggil ke RLC bila dibutuhkan," kata Benyamin.

Sebagai informasi, Rumah Lawan Covid-19 kedua ini dibangun menyerupai glamping.

Terdiri dari 15 rumah cluster yang bisa menampung sekitar 300 orang.

Baca juga: Polisi Periksa Ormas Pengelola Parkir RSU Tangsel, Dari Dugaan Pungli hingga Urusan Perut

Dilengkapi dengan fasilitas sangat lengkap mulai dari toilet yang bersih, ruang makan, ruang sholat, ruang rileks, fasilitas olah raga, dan lainnya.

Selain televisi untuk melihat berita atau acara lainnya, petugas juga memasang akses wifi bagi pasien yang ingin melihat berita secara online atau daring.

Juga ada tempat untuk menyetrika pakaian, mesin cuci, dispenser air minum, dan musala. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved