Polisi Periksa Ormas Pengelola Parkir RSU Tangsel, Dari Dugaan Pungli hingga Urusan Perut

Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Sarly Sollu angkat bicara terkait dugaan pungli parkir oleh ormas di Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel.

Jaisy Rahman Tohir /TribunJakarta
Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Senin (30/5/2022). 

TRUBUNJAKARTA.COM - Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Sarly Sollu angkat bicara terkait dugaan pungli parkir oleh ormas di Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel.

Sarly mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah dari pengunjung RSU dan pihak ormas yang memungut uang dari pengunjung tersebut dalam rangka mengelola parkir.

"Kita hanya mengambil keterangan aja dari korban korban yang ada di situ terus kita juga sudah memeriksa empat orang dari kelompok tertentu bahwa ini merupakan mata pencaharian dia untuk parkiran tersebut."

"Tetapi silahkan kondisikan di lingkungan tersebut koordinasi dengan kelurahan, dan sebagainya," kata Sarly di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Senin (30/5/2022).

Sarly memahami polemik pengelolaan parkir RSU Tangsel sebagai "urusan perut".

Ia meminta pihak Polsek Pamulang bekerja sama dengan pihak pemerintah dan TNI untuk sama-sama mencari solusinya.

Baca juga: Nada Tinggi Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan Bicara Parkiran RSU Tangsel yang Dikelola Ormas

"Tadi barusan rapat, saya pimpin bahwa saya minta kapolsek untuk melakukan maping. Kalau hari ini kita sudah berikan imbauan dan mungkin kita lakukan pengecekan lagi sudah tidak ada, tapi ini urusan kepentingan orang tadi untuk mencari urusan perut tadi akan timbul. Nah ini saya sampaikan tadi ke rekan kapolsek bagaimana mereka turun mencari jalan keluarnya."

"Jadi, boleh mungkin ada parkir tetapi dikelola dengan baik apakah dengan masyarakat apakah dengan pemerintah kelurahan yang ada di situ," ujarnya.

Kolase foto RSU Tangsel dan tiket parkirnya.
Kolase foto RSU Tangsel dan tiket parkirnya. (Jaisy Rahman Tohir /TribunJakarta)

Sarly justru tidak melihat pungli oleh ormas yang menguasai parkiran RSU Tangsel merugikan pemerintah kota karena seharusnya bisa menghasilkan retribusi.

Di sisi lain, ia meminta Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie juga ikut turun membenahi pengelolaan aset yang ebrlokasi di Jalan Pajajaran, Pamulang Barat, Pamulang itu.

"Saya enggak melihat ke situ, saya lihat konflik sosial yang ada. Asetnya itu kan harusnya Pemda yang turun, ini lah kita menggugah. Pemkot ikut turun melakukan penertiban, pengelolaan yang bagaimana. Silahkan ke pak walikota atau dinas pendapatan," kata Sarly.

Sementara terkait unsur pidana pada dugaan pungli tersebut, Sarly menyinggung soal pemerasan.

"Ada kalau memang itu terjadi pemerasan," pungkasnya.

Pemkot Kalah dengan Ormas

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved