Varian BA.4 dan BA.5 Disinyalir Sudah Masuk Tangerang, Wali Kota: Tiba-tiba Pasien Covid-19 Melonjak
Hal itu diindikasikan dengan melonjaknya kembali jumlah pasien Covid-19 di Kota Tangerang.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Subvarian virus corona Omicron BA.4 dan BA.5 dengan potensi keparahan lebih tinggi dibanding varian Omircron, disinyalir telah masuk ke wilayah Kota Tangerang.
Hal itu diindikasikan dengan melonjaknya kembali jumlah pasien Covid-19 di Kota Tangerang.
"Kemungkinan (sudah masuk). Kenapa saya bilang kemungkinan, karena tiba-tiba ada lonjakan (kasus Covid-19), begitu," ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat dihubungi wartawan, Sabtu (18/6/2022).
Arief mengatakan, kasus positif Covid-19 di Kota Tangerang merangkak naik belakangan ini.
Terbaru sejak Jumat (17/6/2022) terdapat sekira 30 warga Kota Tangerang yang terpapar Covid-19.
"Dibilang pesat, kemarin naik lalu turun lagi. Cuma sekarang kami sudah lebih hati-hati sih. Sempat 29 kasus, 35, lalu tanggal 16 Juni turun, jadi 30 kasus," jelasnya.
Baca juga: Bupati Zaki Duga Varian Terbaru Covid-19 Sudah Masuk ke Kabupaten Tangerang, Ini Faktanya
"Ini juga sesuai prediksi pemerintah pusat, dengan varian baru (menjadi penyebab kenaikan)," sambungnya.
Kendati demikian, Pemerintah Kota Tangerang belum bisa memastikan apakah pasien tersebut terpapar Omicron BA.4 atau BA.5.
"Jadi kalau saya kan dari dulu menyikapi Covid-19 ini terserah saja variannya apa kek, gitu kan. Yang pasti ini Covid-19 dan tentu kita juga harus waspadai," tutur Arief.

Hal serupa juga diungkapkan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar beberapa hari sebelumnya.
Ia menyatakan kalau varian Covid-19 teranyar tersebut kemungkinan besar sudah memasuki bilangan Kabupaten Tangerang.
Namun, adanya kasus itu tidak membuat Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan penanganan khusus.
"Varian ini (BA.4 dan BA.5) diduga sudah ada dan mungkin sudah masuk ke Kabupaten Tangerang. Tapi dampaknya sangat kecil," jelas Zaki di Hotel Yasmin, Rabu (15/6/2022).
Ia meminta warga Kabupaten Tangerang tidak menganggap terlalu remeh varian terbaru dari Covid-19 ini.
Baca juga: Penyakit Mulut dan Kuku Mulai Mengganas di Kab Tangerang, Kini 221 Hewan Ternak Terjangkit
Sebab, walau sudah divaksin lengkap tetap akan bisa tertular.
"Tapi karena daya imunitas daya tahan tubuh yang kuat jadi efek ke tubuhnya sangat kecil. Dengan lakukan isolasi mandiri di rumah empat sampai lima hari, virus ini mudah-mudahan bisa hilang," papar Zaki.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi menambahkan, kemungkinan masuknya varian baru itu dilihat dari adanya peningkatan kasus.
Dimana, dalam sepekan kemarin ditemukan sebanyak 98 kasus aktif Covid-19.
Pada sebelumnya sebanyak hanya ada 43 kasus Covid-19 di Kabupaten Tangerang.
"Kemungkinan masuknya varian baru dengan melihat adanya peningkatan kasus yang cukup signifikan. Tapi, memang kita tidak bisa pastikan berapa angka kasus Covid-19 varian baru yang masuk ke Kabupaten Tangerang," ujar Hendra.
Baca juga: Kasus Harian Covid-19 Naik Lagi, RLC di Tangsel Nihil Pasien
Sebab, untuk mengetahui jenis varian baru itu, harus melalui proses pemeriksaan atau pengecekan melalui laboratorium yang merupakan kewenangan Kementerian Kesehatan.
"Dan untuk kasus aktif ini, tidak banyak yang dirawat, hanya satu sampai dua orang saja, sisanya isolasi di rumah, karena memang masa atau proses penyembuhannya sudah cepat," tuntas Hendra.