Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

Petugas Terbayang Rintihan Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Manusia dan Kayu Gosong Sulit Dibedakan

Saking dahsyatnya kebakaran tersebut, sipir sampai tak bisa membedakan mana kayu gosong dan manusia ketika melakukan evakuasi bareng petugas lainnya.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Siti Nawiroh
Istimewa
Kengerian kebakaran di Lapas Tangerang masih jelas diingatan Yoga Wido Nugroho, petugas lapas yang ada pada hari kejadian, September 2021. Saat melakukan evakuasi, manusia dan kayu gosong sulit dibedakan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Bayang-bayang insiden kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang pada 8 September 2021 lalu masih jelas diingat Yoga Wido Nugroho.

Yoga merupakan petugas sipir yang bertugas ketika kebakaran hebat terjadi hingga memakan 49 nyawa narapidana tersebut.

Saking dahsyatnya kebakaran tersebut, Yoga sampai tak bisa membedakan mana kayu gosong dan manusia ketika melakukan evakuasi bareng petugas lainnya.

Hal itu diceritakan Yoga ketika menjalani sidang pemeriksaan sebagai terdakwa tragedi mencekam tersebut, Selasa (21/6/2022).

Tak hanya sendiri, Yoga bersama Suparto, Rusmanto, dan Panahatan Butar-Butar yang juga menjadi sipir di lapas tersebut.

Baca juga: Masuk ke Bak Mandi saat Kebakaran Lapas Tangerang, Suara Lemas Napi Teroris Akhirnya Terdengar Sipir

Sekira pukul 03:00 WIB, Yoga menceritakan api sudah padam dan ia ikut melakukan evakuasi korban.

Yoga kemudian mendengar suara lemas seseorang minta tolong di Blok C2.

Suara minta tolong itu terdengar begitu menyayat hati lantaran korban tampaknya sudah sangat merasa kesakitan.

Empat sipir Lapas Kelas I Tangerang diambil sumpah sebelum menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa kasus kebakaran Lapas Tangerang di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (21/6/2022).
Empat sipir Lapas Kelas I Tangerang diambil sumpah sebelum menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa kasus kebakaran Lapas Tangerang di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (21/6/2022). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Kala itu, Yoga yang tak memakai pakaian pelindung tersebut menyusuri ruangan demi ruangan demi menemukan korban selamat.

Yoga berusaha mencari korban yang merintih minta tolong, sempat kesusahan lantaran tak bisa membedakan manusia dan potongan kayu gosong.

"Saya masuk ke kamar-kamar dan ternyata itu manusia atau bukan, karena nyaru antara manusia dan potongan kayu yang gosong,"

"Ternyata ada yang masih hidup," katanya di Pengadilan Negeri Tangerang hari ini.

"Seinget saya itu teroris. Dan saya angkat luar biasa berat, saya minta damkar," sambungnya.

Korban yang meminta tolong tersebut berinisial DAP yang merupakan napi teroris.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved