Kontroversi Holywings

Pemprov DKI Diminta Tutup Holywings, PA 212: Kalau Dibiarkan Pancing Rakyat Main Hakim Sendiri

Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendesak Pemprov DKI Jakarta menutup permanen Holywings Indonesia, Jumat (24/6/2022).

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Holywings Dragon PIK, Penjaringan, Jakarta Utara, dijaga pria berseragam hitam yang dikenal sebagai Holy Guard pada Jumat (24/6/2022) petang. Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menutup permanen Holywings Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendesak Pemprov DKI Jakarta menutup permanen Holywings Indonesia.

Desakan itu muncul setelah Holywings mengadakan promosi minuman keras (miras) untuk orang bernama Muhammad dan Maria.

"Kami akan meminta kepada Pemprov DKI untuk mengambil langkah tegas, yaitu baik penutupan juga izin operasionalnya," kata Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Jumat (24/6/2022).

Novel menuturkan, Jakarta merupakan kota religius dan mayoritasnya warganya memeluk agama Islam.

"Hal ini juga menjadi masalah nasional yang pasti sudah mengundang kegaduhan kalau dibiarkan akan memancing rakyat untuk melakukan tindakan main hakim sendiri," ujar dia.

Baca juga: GP Ansor Batal Konvoi, KNPI dan Sapma Pemuda Pancasila Bakal Tahlilan di Holywings

Ia juga meminta Holywings Indonsia mendapat jerat hukum. Sebab, menurut dia, promosi miras dengan membawa-bawa nama Muhammad adalah penistaan agama.

"Jelas miras adalah minuman yamg sangat diharamkan dan nama Nabi Muhammad adalah nama mulia, serta Nabi Muhammad sangat memerangi minuman keras,' tutur Novel.

Holywings Dragon PIK, Penjaringan, Jakarta Utara, dijaga pria berseragam hitam yang dikenal sebagai Holy Guard pada Jumat (24/6/2022) petang. Penjagaan ini menyusul sweeping GP Ansor menyikapi viralnya promo minuman untuk pengunjung bernama Muhammad dan Maria.
Holywings Dragon PIK, Penjaringan, Jakarta Utara, dijaga pria berseragam hitam yang dikenal sebagai Holy Guard pada Jumat (24/6/2022) petang. Penjagaan ini menyusul sweeping GP Ansor menyikapi viralnya promo minuman untuk pengunjung bernama Muhammad dan Maria. (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Saat ini, polisi telah memeriksa 6 orang terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Holywings Indonesia.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit mengatakan, 6 orang itu diperiksa sebagai saksi.

"Iya ada 6 orang kita periksa, masih sebagai saksi, masih proses ya," kata Ridwan saat dikonfirmasi, Jumat (24/6/2022).

Baca juga: Bukan Hanya Digeruduk, GP Ansor Bakal Desak Pemprov DKI Cabut Izin Usaha Holywings

Namun, Ridwan belum merinci identitas keenam saksi yang tengah diperiksa.

Ia hanya menyebutkan bahwa mereka termasuk dalam tim kreatif, mulai dari director hingga tim desain.

"Mereka itu sebenarnya masih dalam tim kreatif, director sampai tim desainnya," ujar dia.

Sebelumnya, Holywings Indonesia memposting promo minuman alkohol untuk orang bernama Muhammad dan Maria.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved