Polemik Pergantian Nama Jalan di Jakarta
Akhir Hidupnya Pilu Saat Pilkada DKI, Ini Sosok Nenek Hindun yang Diusulkan Giring Jadi Nama Jalan
Akhir hidupnya pilu saat Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu, ini sosok Nenek Hindun yang diusulkan oleh Ketum PSI Giring Ganesha sebagai nama jalan.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Nenek Hindun meninggal dunia pada Maret 2017 silam di tengah panasnya suhu politik di Jakarta karena jelang putaran kedua Pilkada DKI.
Jenazah Nenek Hindun tak disalatkan di musala dekat kediamannya karena dia diketahui merupakan pendukung calon petahana kala itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.
Diketahui, saat itu Ahok berstatus tersangka kasus penistaan agama yang membuat adanya keterbelahan di masyarakat Jakarta.
Salah satu anak Nenek Hindun, Sunengsih menuturkan, jenazah ibunya kala itu akhirnya disalatkan di rumahnya.

Hal itu disarankan seorang ustaz karena menurutnya di musala saat itu tidak ada orang.
"Terus Pak Ustaz bilang, enggak usah, Neng, percuma enggak ada orang. Itu aja.
Terus saya bilang. Oh ya udah.
Tetep dia yang menyalatkan dan mengantarkan ke pemakaman," ungkap Sunengsih.
Meski menerima jenazah ibunya disalatkan di rumah, Sunengsih menyimpan penyesalan karena tak bisa memenuhi keinginan ibunya disalatkan di musala.
Terlebih setelah muncul kabar Musala Al Mu'minun memang menolak menyalatkan jenazah pendukung Ahok, terdakwa kasus dugaan penistaan agama.
Dikunjungi Ahok
Baca juga: Tak Setuju Usulan Anies Baswedan, Warga Cikini Ajukan Nama Ini Jadi Nama Jalan: Sosoknya Legend
Saat itu, Ahok sampai mengunjungi rumah almarhumah Hindun binti Raisman (78), di Jalan Karet Karya, Jakarta Selatan, pada Senin (13/3/2017) pagi.
Pertemuan antara Ahok dan pihak keluarga Hindun dilangsungkan secara tertutup.
Dalam kesempatan itu, Ahok mendoakan agar almarhumah diterima di sisi Tuhan dan keluarga diberi kesabaran.
"Saya titip doa supaya dilapangkan jalan kuburnya Bu Hindun," kata Ahok usai bertemu keluarga almarhumah.