Polemik Pergantian Nama Jalan di Jakarta

Warga Jalan Cikini VII Protes Nama Jalan Wilayahnya Diganti: Ketua RT Ajukan Surat Penolakan

Warga yang beralamat di Jalan Cikini VII tersebut tak setuju dengan penggantian nama jalan tempat tinggalnya karena bakal merepotkan dirinya.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana Jalan Cikini VII di permukiman RT 001 RW 001 yang namanya akan diganti menjadi Jalan Tino Sidin, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (27/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengganti 22 nama jalan di Ibu Kota menuai protes dan penolakan warga terdampak, seperti warga Jalan Cikini VII, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta di bawah persetujuan Anies Baswedan mengganti nama Jalan Cikini VII menjadi Jalan Jalan Tino Sidin.

Warga yang beralamat di Jalan Cikini VII tersebut tak setuju dengan penggantian nama jalan tempat tinggalnya karena bakal merepotkan dirinya. 

Sebab, perubahan nama jalan di Jakarta ini berimbas pada warga harus mengurus kembali dokumen kependudukan, kendaraan, perbankan, asuransi dan dokumen lainnya.

Hal itu seperti diutarakan Wati (65), salah satu warga Jalan Cikini VII, RT 006 RW 001.

"Saya enggak setuju ya, karena harus mengurus kembali lagi buat ngurus STNK atau pun urusan perbankan," uajr Wati kepada TribunJakarta.com di rumahnya pada Senin (27/6/2022).

Baca juga: Anies Baswedan Ganti 22 Nama Jalan dengan Tokoh Betawi,Ketua Fraksi PDIP: Gubernur Kurang Kerjaan

Baca juga: Anies Baswedan Pasang Badan, Perubahan 22 Nama Jalan Tak Bebani Rakyat: Perubahan Dokumen Gratis

Pendapat serupa diungkapkan oleh Ketua RT 001 RW 001, Nur Jaman. Ia mewakili suara warganya menolak adanya penggantian nama jalan tersebut.

"Saya tanya warga, banyak yang enggak setuju. Alasannya karena ada yang bilang urus-urus dokumen ribet. Kayak KTP, STNK dan lain-lain," katanya.

Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ganti 22 nama jalan di Ibu Kota dengan nama tokoh Betawi berdampak pada perubahan data KTP elektronik warga di wilayah terdampak. Disdukcapil DKI Jakarta akan
Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ganti 22 nama jalan di Ibu Kota dengan nama tokoh Betawi berdampak pada perubahan data KTP elektronik warga di wilayah terdampak. Disdukcapil DKI Jakarta akan "jemput bola" dengan membuka layanan penggantian alamat di loket-loket layanan di tiap RW terdampak perubahan nama jalan. (Kolase TribunJakarta)

Ia menaungi 36 Kartu Keluarga di wilayahnya. Dan seluruh kepala keluarga itu tidak setuju.

"Artinya berubah semua alamatnya. Khawatirnya begitu. Menurut saya penggantian nama ini tidak tepat," lanjutnya.

Jaman bahkan bersama Ketua RT lain membuat surat penolakan adanya nama jalan tersebut.

Ada sekitar 6 RT yang dilalui oleh jalan itu. Mayoritas menolak.

"Warga, Ketua RT, RW dan Kelurahan sudah mengetahui bahwa surat itu berisi penolakan warga enggak ada yang mau diganti nama jalannya itu. Suratnya sudah diajukan ke Kecamatan Menteng," pungkasnya.

Baca juga: Angka Kemiskinan di Jakarta Era Anies Baswedan Meningkat, DPRD DKI: Dia Tak Fokus Bereskan Masalah

Pengamatan TribunJakarta.com pada Senin (27/6/2022) sekitar pukul 10.23 WIB, pelang nama Jalan Cikini VII belum diganti.

Di gapura depan masuk permukiman masih tertulis "Cikini 7 RW 001".

Foto: Pelang Jalan Cikini VII belum diganti dengan Jalan Tino Sidin di RT 001 RW 001 Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (27/6/2022).
 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved