Vonisnya Setengah dari Tuntutan JPU, Adam Deni Tetap Tak Terima: Langsung Ajukan Banding

Meski vonis yang diterimanya adalah setengah dari tuntutan yang diinginkan jaksa penuntut umum (JPU), pegiat media sosial Adam Deni tetap tak terima.

Editor: Elga H Putra
TribunJakarta/Tribunnews
Meski vonis yang diterimanya adalah setengah dari tuntutan yang diinginkan jaksa penuntut umum (JPU), pegiat media sosial Adam Deni tetap tak terima. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Meski vonis yang diterimanya adalah setengah dari tuntutan yang diinginkan jaksa penuntut umum (JPU), pegiat media sosial Adam Deni tetap tak terima.

Adam Deni pun langsung mengajukan banding atas hukuman yang diberikan majelis hakim kepadanya.

Vonis itu diterima Adam Deni dalam kasus ilegal akses dokumen pribadi milik anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, Selasa (28/6/2022).

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis terdakwa kasus pelanggaran ITE, Adam Deni Gearaka dan Ni Made Dwita Anggara empat tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa satu dan terdakwa dua masing-masing pidana penjara 4 tahun penjara," Hakim Ketua Rudi Kindarto di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (28/6/2022).

Baca juga: Beraninya Unggah Dokumen Sepeda Mewah Ahmad Sahroni, Hari Ini Adam Deni Divonis

"Dikenakaan denda senilai Rp1 miliar jika tidak dibayar, diganti 5 bulan kurungan penjara," lanjut Hakim.

Saat ditanyakan tanggapannya oleh hakim atas vonis yang diterima, Adam Deni mantap untuk banding.

“Mengajukan banding yang mulia,” jawab Adam Deni.

Adam Deni Gearaka dan Ni Made Dwita Anggara divonis empat tahun penjara terkait kasus ilegal akses terhadap dokumen Ahmad Sahroni.
Adam Deni Gearaka dan Ni Made Dwita Anggara divonis empat tahun penjara terkait kasus ilegal akses terhadap dokumen Ahmad Sahroni. (Tribunnews)

Vonis ini lebih rendah empat tahun dari tuntutan Jaksa Penutut Umum (JPU) yakni hukuman delapan tahun penjara.

Dalam tuntutannya di kasus ini, JPU menilai kedua terdakwa telah terbukti bersalah melanggar Pasal 48 Ayat (3) jo Pasal 32 Ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Jaksa Penuntut Umum sebelumnya menyebut bahwa terdakwa Adam Deni terbukti secata sah dan meyakinkan melakukan transmisi atau pemindahan dokumen secara ilegal.

Selain Adam Deni, JPU juga menuntut terdakwa Ni Made Dwita Anggari delapan tahun penjara dalam kasus yang sama.

Merasa Sakit Hati dengan Ahmad Sahroni

Baca juga: Dituntut 8 Tahun Penjara, Adam Deni Nyanyi Lagi Kini Yakini Ahmad Sahroni 100 Persen Korupsi

Dalam kasus ini, kedua terdakwa melakukan ilegal akses karena sakit hati dengan perbuatan politisi dari Partai NasDem Ahmad Sahroni.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved