Antisipasi Virus Corona di Depok

Wali Kota Idris Sebut Sudah Ada Warga Depok Divaksin Covovax Sebelum Dinyatakan Haram

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyebebut sudah ada warga Depok Divaksin Covovax sebelum dinyatakan haram.

Freepik.com
Ilustrasi vaksin Covid-19. Wali Kota Depok Mohammad Idris menyebebut sudah ada warga Depok Divaksin Covovax sebelum dinyatakan haram. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Pemerintah Kota Depok menghentikan sementara pemberian vaksin berjenis covovax, setelah adanya fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Sudah saya minta dihentikan, karena memang arahan dari provinsi memang awalnya diperbolehkan, tapi kemudian ada fatwa dari MUI bahwa ini adalah haram,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (1/7/2022).

“Maka sementara kami hentikan dulu sampai ada perbaikan vaksin ini ataupun arahan dari kementerian,” timpalnya.

Idris mengatakan, sudah ada sejumlah warga Kota Depok yang mendapatkan vaksin jenis covovax ini.

“Sudah ada beberapa, karena sebelumnya memang ada arahan dari provinsi,” ungkapnya.

Baca juga: MUI Keluarkan Fatwa Haram, Dinkes Depok Stop Pemberian Vaksinasi Jenis Covovax

Untuk informasi, dilansir dari Tribunnews, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan fatwa haram terhadap vaksin Covid-19, karena dalam tahapan produksinya ditemukan ada pemanfaatan enzim dari pankreas babi.

MUI menetapkan Fatwa Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Hukum Vaksin Covid-19.

Dalam fatwa tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar, Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Ketua Komisi Fatwa MUI Prof Hasanuddin AF, dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Miftahul Huda.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved