Dulu Lempar Batu, Kini Puluhan Eks Pelaku Tawuran di Cipinang Melayu Senang Berlatih Bulu Tangkis
Dulu sering lempar batu, kini mantan pelaku tawuran senang berlatih bulu tangkis di Cipinang Melayu. Orangtua pun tak khawatir lagi.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Para orangtua di wilayah RW 03 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur kini tidak lagi khawatir anak-anaknya melakukan tawuran.
Ketua RW 03 Kelurahan Cipinang Melayu, Lukman Suprapto mengatakan pembinaan yang dilakukan Polsek Makasar dengan mengadakan turnamen bulu tangkis berhasil.
Bila sebelumnya jajaran Polsek Makasar mengawasi para pelaku tawuran untuk melakukan olahraga bulu tangkis, kini mereka sudah melakukan latihan tanpa harus diawasi petugas.
"Alhamdulillah anak-anak tetap masih latihan di bawah pembinaan PB Tunas Permata dan para pengurus RT," kata Lukman di Jakarta Timur, Sabtu (2/6/2022).
Puluhan remaja yang sebelumnya saling serang menggunakan lemparan batu hingga senjata tajam, kini mereka dapat menunjukkan kemampuan di bidang bulu tangkis.
Baca juga: Mau Ajak Tawuran Via Instagram, Belasan ABG Bekasi Malah Berakhir di Kantor Polisi
Lukman mencontohkan antusias remaja di wilayahnya yang kini mengisi waktu liburan sekolah mereka dengan melakukan latihan bulu tangkis di luar jadwal rutin, yakni setiap hari Rabu.
"Setiap hari ada yang latihan," ujarnya.

Kapolsek Makasar Kompol Zaini Abdillah Zainuri menuturkan dari total 64 orang peserta turnamen bulu tangkis, 34 di antaranya merupakan pelaku tawuran yang sempat diamankan.
Saat diamankan jajaran Unit Reskrim Polsek Makasar mereka bahkan sempat diminta untuk melakukan wajib lapor hingga akhirnya dibekali peralatan olahraga bulu tangkis.
Baca juga: Belasan Remaja Ditangkap Saat Hendak Tawuran di Bekasi, Lihat Senjata Tajamnya Bikin Ngeri
"Pelaku tawuran 34. Jadi 30 peserta lain itu adik-adik yang pelaku tawuran. Jadi kita cegah jangan sampai adik-adiknya mengikuti kakaknya. Jadi kita bikin satu tim (bulu tangkis) kakak, adik," tutur Zaini.
Setelah turnamen bulu tangkis rampung, pihaknya menyerahkan pembinaan eks pelaku tawuran kepada PB Tunas Permata dengan harapan muncul bibit baru atlet bulu tangkis.
Wilayah Kelurahan Cipinang Melayu yang sebelumnya menjadi zona hitam tawuran kelompok remaja di antara lima Kelurahan se-Kecamatan Makasar kini bebas dari aksi tawuran.
Kanit Reskrim Polsek Makasar Iptu Mochamad Zen yang ditunjuk sebagai koordinator pembina wilayah Cipinang Melayu menuturkan para orangtua pun menyambut baik kegiatan.
"Orangtua menyatakan akan lebih menjaga dan mengawasi anak-anak mereka untuk menjaga keamanan. Sesuai arahan disampaikan pak Kapolres saat datang meninjau turnamen," kata Zen.