Pemuda di Depok Enteng Buang Mayat Pacar Usai Dihabisi, Chat Mesra Bikin Emosi Pelaku Meledak

Chat yang tiba-tiba masuk dari ponsel IM membuat P emosi. P tega membawa kekasihnya ke sebuah saung lalu menghabisinya.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
Seorang pria berinisial P nekat menghabisi nyawa kekasihnya, padahal keduanya sudah menjalanin kasih selama 7 bulan. Jasad korban ditemukan di Kali Krukut, Jagakarsa, Kamis (30/6/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sudah menjalin asmara 7 bulan, tak membuat P (27) mengurungkan niatnya untuk menghabisi sang kekasih, IM (22).

Chat yang masuk tiba-tiba dari ponsel IM yang menjadi alasan P nekat melakukan tindakan kejam kepada wanitanya tersebut.

Diduga, chat tersebut dikirim pria lain ke ponsel IM yang akhirnya tak sengaja dibaca oleh P.

Pria yang tubuhnya penuh tato itu sempat meminta IM untuk menghubungi si pengirim chat mesra kepadanya.

Namun ketika dihubungi, si pengirim pesan tersebut tak menjawab panggilan dari IM dan P.

Baca juga: Mayat Perempuan Tanpa Identitas Mengambang di Antara Tumpukan Sampah Kali Krukut Jagakarsa

“Pelaku dan korban berpacaran sejak tahun baru 2022, kurang lebih sudah tujuh bulan,” kata Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolrestro Depok, Selasa (5/7/2022).

Kata-kata dari chat tersebut membuat P kehabisan kata-kata karena saking emosinya.

Pasalnya pada chat tersebut, teman pria IM menuliskan kata-kata 'Sayang kamu dimana'

Inilah P pelaku yang menghabisi nyawa pacarnya karena cemburu saat dihadirkan di Polres Depok, Selasa (5/7/2022).
Inilah P pelaku yang menghabisi nyawa pacarnya karena cemburu saat dihadirkan di Polres Depok, Selasa (5/7/2022). (Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma)

Kata-kata itulah yang membuat IM dan P cekcok hingga akhirnya ada nyawa yang jadi korban.

“Awal terjadinya cekcok dan pembunuhan itu adalah masalah chat dari seorang laki-laki kepada korban, ada kata kata ‘sayang kamu dimana’,"

"Nah kebetulan terbaca oleh pelaku,” beber Imran.

“Kemudian pelaku memaksa korban untuk menghubungi si pengirim pesan tersebut,"

"Begitu terhubung si pengirim pesan mematikan telepon tersebut,” timpal Imran.

Setelah cekcok, P akhirnya membawa IM ke sebuah saung yang ada Kawasan Limo, Kota Depok.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved