Pelecehan Penumpang Angkot

Penumpang Setuju Aturan Pemisahan Tempat Duduk Pria-Wanita dalam Angkot di DKI: Bakal Lebih Nyaman

Ami, salah satu penumpang angkot setuju dengan peraturan pemisahan penumpang laki dan perempuan.

Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta.com
Penumpang menaiki angkot yang melintas di Jalan R. E. Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (12/7/2022). Ami, salah satu penumpang angkot setuju dengan peraturan pemisahan penumpang laki dan perempuan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Penumpang angkot menanggapi kebijakan Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang berencana memisahkan tempat duduk pria dan wanita.

Jika terealisasikan, penumpang menilai kebijakan ini bakal menambah rasa aman saat bepergian menggunakan angkutan umum.

Salah satunya diungkapkan Ami (26), seorang penumpang wanita angkot 15A yang ditemui di Jalan R. E. Martadinata.

Ami yang sore ini hendak menuju ke kawasan Kota Tua bersama keluarganya dari Stasiun Ancol mengaku sangat mendukung kebijakan Dishub DKI Jakarta.

Menurut dia, pemisahan tempat duduk pria dan wanita dalam angkot bakal sangat membuatnya merasa lebih nyaman.

Baca juga: Pemisahan Penumpang Pria & Wanita di Angkot Disebut Tak Efektif, Politisi PSI: Solusi Jangka Pendek

"Setuju sih. Karena kan kalo nggak dipisah kadang-kadang kalau ada laki-laki di sebelah kita kayak nggak nyaman gitu," kata Ami.

"Soalnya di angkot kan nggak ada sekatnya, jadi kurang nyaman aja," ucapnya lagi.

Ami menuturkan, selama ini dirinya yang rutin naik angkot kerap kali merasa kurang nyaman saat masuk ke dalam angkutan umum yang sedang penuh penumpang.

Apalagi jika duduk berdempetan dengan seorang pria, Ami mengaku merasa kurang nyaman.

Tapi, selama ini dirinya tak bisa berbuat banyak karena memang angkot merupakan transportasi yang ramah kantong.

"Selama ini nyaman nggak nyaman, tapi mau gimana emang kadang ke suatu tempat emang harusnya dan lebih murahnya naik angkot, jadi ya mau nggak mau," katanya.

Penumpang menaiki angkot yang melintas di Jalan R. E. Martadinata, Pademangan.
Penumpang menaiki angkot yang melintas di Jalan R. E. Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (12/7/2022). Ami, salah satu penumpang angkot setuju dengan peraturan pemisahan penumpang laki dan perempuan.

Seorang warga lainnya yang sehari-hari menggunakan angkot, Rosdiana (57) mengakui kebijakan ini sangat positif.

Menurutnya, pemisahan tempat duduk bisa membuat jarak antara penumpang pria dan wanita supaya menghindari pelecehan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved