Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

4 Tahun Brigadir J Dipercaya Jadi Ajudan Irjen Sambo, Ternyata Orangtuanya Berprofesi Mulia

Sudah empat tahun, Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dipercaya Irjen Ferdy Sambo sebagai ajudan.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Kolase TribunJakarta
Brigadir J sudah empat tahun dipercaya Irjen Sambo menjadi ajudan. Ternyata orangtua Brigadir J berprofesi mulia. 

Apalagi setelah mendengar nasib sang putra yang tewas lantaran ditembak rekan polisinya, tangisan Rosti semakin menjadi-jadi.

Berat rasanya, polisi yang mengantarkan peti jenazah Brigadir J pun menyampaikan duka mendalamnya pada, Sabtu (9/7/2022) sehari setelah insiden berdarah itu.

Baca juga: Ingin Lihat Anak Saya Terakhir Kali Jerit Ibunda Brigadir J Minta Polisi Buka Peti Jenazah Anaknya

Momen Samuel dan Rosti pertama kali melihat jenazah putranya itu pun sempat direkam oleh Rohani Simanjuntak.

Meski sempat dilarang polisi untuk melihat jasad Brigadir J, Rosti tak perduli.

Ia bersikukuh ingin melihat putranya terakhir kali meski dalam bentuk yang sudah tak sempurna lagi.

Orangtua Brigadir J memiliki profesi mulia, yakni guru dan petani.
Orangtua Brigadir J memiliki profesi mulia, yakni guru dan petani. (Kolase Tribunnews.com)

"Biarlah pak, saya sanggup karena saya yang melahirkan, saya akan dikuatkan Tuhan," kata Rosti sambil menangis.

"Kami mau lihat pak jangan dilarang," kata salah satu keluarga.

Sementara polisi mengungkapkan alasan lebih baik jenazah Brigadir J tak dilihat.

Pasalnya, kala itu jenazah Brigadir J sudah dilakukan otopsi.

"Ini maksud saya sudah diotopsi kalau mau dilihat tidak ada gunanya, karena sudah diotopsi sudah dilihat satu per satu. Itu menyarankan, hasilnya juga sudah ada (hasil otopsi), ini untuk kebaikan anak kita ini," jelas polisi.

Karena keluarga terus meminta, akhirnya polisi luluh dan membuka plastik yang membungkus peti jenazah berwarna putih tersebut lalu membuka tutupnya.

Keluarga sebut penuh kejanggalan

Keluarga menilai kematian Brigadir J di rumah dinas Irjen Sambo penuh kejanggalan.

Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Brigadir J ditembak mati rekannya sendiri Bharada E karena diduga melakukan pelecehan dan menodongkan pistol kepada istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di dekat kamar.

Baca juga: Ini Hari Terakhir Anak Saya Tangis Ibu Brigadir J, Kekeh Minta Polisi Buka Peti Jenazah Putranya

Samuel Hutabarat disampaikan polisi bahwa anaknya menambak secara membabi buta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved