Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
4 Tahun Brigadir J Dipercaya Jadi Ajudan Irjen Sambo, Ternyata Orangtuanya Berprofesi Mulia
Sudah empat tahun, Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dipercaya Irjen Ferdy Sambo sebagai ajudan.
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Namun hal itu mengganjal di pikiran Samuel Hutabarat. Bagaimana bisa Bharada E lolos dari tembakan tersebut.
"Kalau anak saya yang menembak secara membabi buta, terus kondisi yang ditembak gimana, katanya lagi diperiksa di sana,"

"Nah, logikanya kalau jarak 3 meter tidak mungkin tidak kena kalau terjadi baku tembak," ucapnya.
Di sisi lain, Samuel Hutabarat ingin polisi membuka CCTV di tempat kejadian perkara.
Pikirnya, mana mungkin rumah dinas perwira tinggi tak memiliki CCTV.
"Itu kan rumah perwira tinggi, ya tolong diperlihatkan CCTV-nya," ujarnya.
Namun polisi sudah memberikan pernyataan, CCTV di rumah Irjen Sambo itu tak berfungsi sejak dua minggu sebelumnya.
Lebih lanjut, Samuel Hutabarat menyebut masih bisa berkomunikasi dengan sang putra beberapa jam sebelum insiden terjadi.
Saat itu, orangtua dan adik Brigadir J sedang pulang ke kampung halaman di Balige, Sumatera Utara untuk ziarah.
Brigadir J juga aktif memberikan komentar pada setiap foto yang di posting sang adik, pasalnya ia tak bisa ikut lantaran sedang mendampingi keluarga perwira tinggi ke Magelang.
Setelah itu, Brigadir J juga masih memberikan kabar sedang dalam perjalanan menuju Jakarta.
Baca juga: Ayah Brigadir J Ingin Lihat Rekaman CCTV, Polisi Sebut Sedang Rusak Sejak 2 Minggu yang Lalu
Kemudian, mereka menghubungi Brigadir J untuk memastikan apakah sudah tiba di Jakarta.
Namun saat itu Brigadir Yosua tidak bisa dihubungi dan semua kontak di keluarganya telah diblokir.
"Semua di blokir, kakaknya dan yang lainnya diblokir," katanya.
Tidak berselang lama, mereka mendapat kabar Brigadir J telah meninggal dunia.