Bicara di Hadapan Ratusan Mahasiswa Usakti, Maruarar Sirait: Tirulah Konsistensi Menteri Bahlil

Ketum Taruna Merah Putih Maruarar Sirait berpesan di hadapan ratusan mahasiswa Trisakti untuk meniru Menteri Bahlil Lahadalia.

Istimewa
Ketua Umum Taruna Merah Putih Maruarar Sirait bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia serta Komisaris PT Telkom Rizal Malarangeng saat dalam seminar kepemimpinan nasional bertema 'Pancasila dalam Era Globalisasi Demi Menciptakan Pemimpin dalam Indonesia Emas 2045' yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, Jakarta, Jumat (15/7/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait hadir dalam seminar kepemimpinan nasional bertema ‘Pancasila dalam Era Globalisasi Demi Menciptakan Pemimpin dalam Indonesia Emas 2045’ yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, Jakarta, Jumat (15/7/2022).

Seminar itu membahas kemajuan pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hadir juga dalam seminar Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Komisaris PT Telkom Rizal Malarangeng dan sekitar 500 mahasiswa Trisakti Jakarta.

Maruarar dalam paparannya di depan mahasiswa mengatakan, saat mahasiswa Trisakti menjadi anggota DPR, menjadi bupati, walikota, gubernur, presiden, maupun jabatan lainnya agar tetap konsisten dengan perjuangan dengan posisi yang berubah.

"Jadi itu mungkin adalah ukuran yang harus saya sampaikan, bisakah konsisten diluar sistem sebelum mendapat jabatan dan pada saat mendapat jabatan. Saya pikir itu akan tetap diuji kalau itu kalian bisa lakukan, mahasiwa konsisten saya acungkan jempol," kata bang Ara sapaan Maruarar Sirait.

Ara menambahkan, jika konsisten pada saat adanya sistem tetap berjuang seperti Menteri Investasi Bahlil Lahadalia sebagai menteri punya idealisme, punya karakter, berani, berprinsip harus diacungi jempol.

Baca juga: Maruarar Sirait Doakan Mahasiswa Universitas Trisakti Sukses

"Saya hormati kalau punya kualitas seperti itu. Saya sampaikan soal SDM, revolusi mental yang disampaikan Pak Jokowi, dulu saya sangat penting dan ini kampus Trisakti, menurut saya dengan revolusi mental, dengan pemimpin yang berkarakter, kalau Trisakti itu sudah jalan, semua pertanyaan tadi bisa jawab," katanya.

Maruarar mendorong mahasiswa Trisakti merebut posisi-posisi strategis di bangsa ini. Dengan menempati posisi-posisi yang menentukan di bangsa ini, oleh mahasiwa pada waktunya, Ara meminta untuk konsisten dengan api perjuangan yang digelorakan saat ini.

Ketua Umum Taruna Merah Putih Maruarar Sirait bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia serta Komisaris PT Telkom Rizal Malarangeng saat dalam seminar kepemimpinan nasional bertema 'Pancasila dalam Era Globalisasi Demi Menciptakan Pemimpin dalam Indonesia Emas 2045' yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, Jakarta, Jumat (15/7/2022).
Ketua Umum Taruna Merah Putih Maruarar Sirait bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia serta Komisaris PT Telkom Rizal Malarangeng saat dalam seminar kepemimpinan nasional bertema 'Pancasila dalam Era Globalisasi Demi Menciptakan Pemimpin dalam Indonesia Emas 2045' yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, Jakarta, Jumat (15/7/2022). (Istimewa)

"Pada saat kalian mempunyai kewenangan itu, jadikalah itu, jangan ada melenceng pada saat kalian dalam posisi yang strategis itu. Jangan sampai nafas kalian atau energi kalian hanya sampai pada jabatan itu. Sisakan tenaga, energi, semangat sesudah sampai disitu untuk menuntaskan harapan dan teriakan-teriakan kalian di luar sistem," ucap Maruarar.

Dia juga meminta mahasiswa membagi energi untuk mau berubah, mau lebih baik, revolusi mental. Orang yang baik dan benar memimpin bangsa ini pasti produknya baik, pasti aturannya baik, politik akan arahnya baik pasti kebijakannya baik.

Baca juga: Ribuan Peserta Hadiri Leader Talk Unpar, Ada Patrick Walujo, Maruarar Sirait hingga Ivan Sadik

Maruarar menekankan, bila negara ini mau bagus, kalau kampus Trisakti mau bagus, dipimpin oleh orang yang bagus pasti hasilnya bagus. Sebaliknya, kalau dipimpin oleh orang-orang yang tidak bagus, pasti tidak bagus.

"Pak Bahlil tadi mengatakan dulu nggak ada kita bisa bikin smelter, begitu dia mau bikin smelter tidak boleh pak Jokowi eksport demo dimana-mana. Kenapa tidak mau Indonesia maju? tidak mau, dengan hasil smelter harganya bisa naik berkali-kali lipat, uang kita lebih banyak, kita bisa lebih mandiri, orang hanya mau berpikir jangka pendek, menjadi broker dan sebagaimana, menjual barang mentah," ucapnya.

Bangsa ini, kata bang Ara, hanya menjadi bangsa yang terjebak dengan penghasilan kelas menengah. Dalam pemerintahan Jokowi bangsa ini mau melompat menjadi bangsa industri, dengan uang yang banyak, untuk membangun, mensubsidi pendidikan, kesehatan, jalan dan sebagainya.

Ketua Umum Taruna Merah Putih Maruarar Sirait bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia serta Komisaris PT Telkom Rizal Malarangeng saat dalam seminar kepemimpinan nasional bertema 'Pancasila dalam Era Globalisasi Demi Menciptakan Pemimpin dalam Indonesia Emas 2045' yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, Jakarta, Jumat (15/7/2022).
Ketua Umum Taruna Merah Putih Maruarar Sirait bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia serta Komisaris PT Telkom Rizal Malarangeng saat dalam seminar kepemimpinan nasional bertema 'Pancasila dalam Era Globalisasi Demi Menciptakan Pemimpin dalam Indonesia Emas 2045' yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, Jakarta, Jumat (15/7/2022). (Istimewa)

"Nggak semua senang kita mandiri dan punya banyak uang, adik-adik musti mengerti ini. Jangan hanya melihat jangka pendek, lihatlah jangka panjang, jangan mau diperalat, jangan mau dikuasai orang, kita yang harus berkuasa," katanya.

Maruarar pun mendoakan para mahasiswa Trisakti memahami konteks ini secara menyeluruh, secara filosofis, secara teori, secara lapangan, karena manipulasi juga banyak terjadi. Selain itu, disinformasi juga banyak terjadi.

"Kalau kita tidak bisa paham secara utuh, wah bisa bahaya, kita mau jadi pion, atau menjadi sutradara, mau jadi dalang atau mau jadi wayang, mau jadi leader atau follower itu pilihan sama kita. Saya doakan yang ada disini, kalo bung Karno katakan, 10 pemuda yang bergelora akan guncangkan dunia, saya doakan 10 pemuda ini ada diruangan ini yang akan mengguncangkan Indonesia di masa yang akan datang," tandas Maruarar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved