Sisi Lain Metropolitan

Ketika Kapolda Metro Jaya Terkagum-kagum dengan Anak Sopir Angkot: 'Salam Hormat untuk Bapakmu'

Kapolda Metro Jaya sampai terkagum-kagum dengan seorang anak sopir angkot sampai memberikan pesan khusus.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Instagram @kapoldametrojaya
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran sampai terkagum-kagum dengan seorang anak sopir angkot sampai memberikan pesan khusus. 

Andi Sonjaya terlihat menangis haru dan terus memeluk kaki ayahnya.

Sementara Udin berusaha menyuruh putra kebangaannya untuk berdiri.

Anak sopir angkot bernama Andi Sonjaya, lulus menjadi anggota polisi terbaik, ia lalu sujud di kaki ayah tercintanya.
Anak sopir angkot bernama Andi Sonjaya, lulus menjadi anggota polisi terbaik, ia lalu sujud di kaki ayah tercintanya. (Tangkapan layar di Instagram)

Sekedar informasi Andi Sonjaya merupakan peserta didik yang menjadi lulusan terbaik dengan nilai tertinggi.

Udin yang terlihat menggunakan jas berwarna abu-abu gelap dipadu kemeja kotak-kotak dan kopiah hitam, mengaku sangat bangga dengan prestasi sang putra.

"Kami merasa bangga sekali anak sopir angkot bisa jadi polisi, pangkat brigadir. Jadi saya mohon maaf kalau campur aduk bicaranya, karena saya cuma sopir angkot jurusan Cadas-Elang," ujar Udin.

Pernyataan polos Udin, disambut tepuk tangan dan tawa para petinggi Polda Jabar.

Sementara Andi Sonjaya yang berdiri disamping ayahnya, terlihat tak bisa menyembunyikan rasa haru.

"Kami merasa bangga ternyata anak sopir angkot bisa jadi polisi," sambungnya sampil menepuk pundak sang anak penuh rasa bangga.

Baca juga: Anak Tukang Cukur Lolos Masuk Akmil, Awalnya Kaget dengan Kehidupan Taruna: di sini Tak Bisa Santai

Udin  kemudian bercerita dirinya dulu tidak lulus sekolah dasar.

Meski begitu, dirinya sangat bangga karena anaknya kini bisa menjadi polisi.

"Alhamdulillah saya nggak tamat SD, tidak mungkin jadi sopir angkot kalau saya sekolahnya tinggi. Tapi alhamdulillah anak saya sekarang jadi polisi," ucap Udin.

Mendengar kata-kata ayahnya, Andi berusaha untuk tidak menangis.

Ia berkali-kali memperbaiki sikap berdiri sempurnanya sambil memegang buket bunga hadiah dari sang ayah.

Setelah itu, Udin pun memeluk Andi dengan erat.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved