Imbas Citayam Fashion Week: Trotoar Mendadak Jadi Parkir Liar, Jalur Sepeda Diserobot Pemotor

Para pejalan kaki pun tampak kesulitan saat berjalan di trotoar itu karena terhalang motor-motor yang diparkir sembarangan.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Sejumlah sepeda motor milik pengunjung Citayam Fashion Week tampak parkir di trotoar yang ada di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Minggu (24/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci


TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Trotoar di sekitar kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, mendadak jadi lokasi parkir liar pengunjung Citayam Fashion Week pada Minggu (24//7/2022).


Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, puluhan motor tampak parkir berjejer di sepanjang trotoar di kawasan tersebut.


Para pejalan kaki pun tampak kesulitan saat berjalan di trotoar itu karena terhalang motor-motor yang diparkir sembarangan.


Setiap motor yang parkir di trotoar ini pun ditarik biaya Rp5.000 oleh si penjaga parkir.


Seperti diungkapkan Sandi (23), warga Duren Sawit, Jakarta Timur yang mengaku penasaran dengan fenomena Citayam Fashion Week (CFW).


"Tadi sih bayar dulu baru boleh parkir. Dimintain Rp5.000 tadi," ujarnya.

Baca juga: Citayam Fashion Week di Zebra Cross Dinilai Langgar Aturan, Wagub Ariza Gerak Cepat Cari Lokasi Lain

Baca juga: Imbauan Tak Digubris, Remaja SCBD Tetap Pakai Zebra Cross untuk Catwalk Citayam Fashion Week


Tak hanya trotoar yang mendadak jadi parkir liar, jalur sepeda yang ada di kawasan tersebut pun diserobot oleh pengendara sepeda motor.


Padahal, jalur sepeda di kawasan itu terproteksi dan dilindungi oleh pembatas.


"Ini jalan sepeda woy, minggir woyy," ujar sepeda yang laju jalannya tersendat para pemotor yang menerobos jalur sepeda.

Baca juga: Tak Terbendung, Citayam Fashion Week Dipenuhi Warga Hingga Buat Kemacetan


Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, hingga pukul 17.00 WIB masyarakat terus berdatangan di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.


Kawasan yang kini dikenal sebagai SCBD (Sudirman Citayam Bojonggede Depok) ini pun mendadak berubah jadi lautan manusia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved