Maruarar Sirait Tantang Mahasiswa UNJ Jadi Pemuda yang Diinginkan Bung Karno

Ketua Umum Taruna Merah Putih, Maruarar Sirait menantang mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk bisa mewujudkan keinginan Bung Karno.

Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Maruarar Sirait saat memberi motivasi saat tampil jadi narasumber Diskusi Publik Bersama Tokoh bertema: Integritas Kepemimpinan Nasional Totalitas Pengabdian Untuk Indonesia Maju, di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Senin, 25 Juni 2022 di Jalan Pemuda Jakarta. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Umum Taruna Merah Putih, Maruarar Sirait menantang mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk bisa mewujudkan keinginan Bung Karno.

Tantangan tersebut diutarakan pria yang akrab disapa Ara itu saat tampil jadi narasumber Diskusi Publik Bersama Tokoh bertema: Integritas Kepemimpinan Nasional Totalitas Pengabdian Untuk Indonesia Maju, di UNJ, pada Senin (25/7/2022).

Menurut Ara, pemuda adalah agen perubahan bangsa.

Fakta menunjukkan tak ada satu negara di dunia mengalami perubahan tanpa sokongan pemuda.

“Pada kesempatan ini, saya juga menantang mahasiswa UNJ, bahwa 10 pemuda yang diinginkan Bung Karno untuk mengubah dunia ada di ruangan ini (UNJ)," kata Maruarar Sirait.

"Saya berharap mahasiswa - mahasiswi UNJ yang di ruangan ini ke depan menjadi pelaku-pelaku utama  yang memajukan Indonesia menjadi negara maju,” tambahnya.

Baca juga: Maruarar Bicara di UNJ: Mahasiswa Adalah Agen Perubahan, Tidak Ada Perubahan Tanpa Mahasiswa

Peran sentral pemuda dibuktikan pengalaman dan sejarah Indonesia sendiri, dari gerakan perjuangan Budi Utomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, Gerakan Mahasiswa 1966, 1978 hingga 1998 yang menjadi tonggak Orde Baru dan Orde Reformasi.

Oleh karena itu, Ara meminta mahasiswa UNJ terlibat di dalam banyak kegiatan, entah itu di organisasi intra atau ekstra kampus.

Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait dan Waketum PBNU Nusron Wahid hadir dalam Diskusi Publik Bersama Tokoh bertema
Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait dan Waketum PBNU Nusron Wahid hadir dalam Diskusi Publik Bersama Tokoh bertema "Integritas Kepemimpinan Nasional Totalitas Pengabdian Untuk Indonesia" di Auditorium UTC, Kampus UNJ Jakarta, Senin (25/2022). Maruarar dan Nusron memberi motivasi ribuan mahasiwa UNJ untuk terus berkreatifitas. (ISTIMEWA)

"Jangan ragu untuk memulai bisnis. Masuklah kepada komunitas yang membangun dan berdampak kepada kemajuan hidupmu," ucap Ara.

“Harapan saya, kalau adik-adik mahasiswa di sini semua  menjadi mahasiswa idealis itu masih biasa, tetapi jika Anda nanti menjadi bupati, gubernur, DPR  dan presiden tetap masih idealis yang  memperjuangkan kepentingan masyarakat, itu baru luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ara turut berbagi pengalaman bahwa dirinya dibesarkan keluarga dengan tiga tradisi ketat.

Orang tua mendidiknya dengan tiga hal yakni tradisi Kristen yang kuat, tradisi batak dan dan tradisi politik.

“Papa saya aktivis politik Parkindo dan aktif GMKI sejak mahasiswa. Demikian juga Ibu aktivis GMKI. Ibu sangat memegang adat tinggi, menghormati orang tua, fighting sipiritiya ng kuat. Saya sendiri sudah out of the box,” ujarnya.

Maruarar Sirait saat memberi motivasi saat tampil jadi narasumber Diskusi Publik Bersama Tokoh bertema: Integritas Kepemimpinan Nasional Totalitas Pengabdian Untuk Indonesia Maju, di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Senin, 25 Juni 2022 di Jalan Pemuda Jakarta.
Maruarar Sirait saat memberi motivasi saat tampil jadi narasumber Diskusi Publik Bersama Tokoh bertema: Integritas Kepemimpinan Nasional Totalitas Pengabdian Untuk Indonesia Maju, di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Senin, 25 Juni 2022 di Jalan Pemuda Jakarta. (ISTIMEWA)

Kemudian, dari tiga yang dijalani, Ara menambahkan satu tradisi menjadi empat yakni dengan tradisi bisnis.

“Kami keluarga sederhana, karena berbeda dari pemerintah waktu itu. Rumah orang tua kami, jalan sempit sekitar 200 meter tidak ada jalan aspal dan masih semak-semak. Kalau hujan masih pakai plastik diikat. Jadi secara ekonomi cukup berat. Itu membuat dari kecil, saya ingin secara ekonomi lebih baik,” cetusnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved