Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
Bukan ke Polisi, Jerit Ibu Brigadir J Minta Tolong Jenderal Andika Jelang Autopsi: Anak Kami Disiksa
Rosti meminta pertolongan kepada Jenderal Andika. Padahal, kasus kematian anaknya tengah diurus Polri.
TRIBUNJAKARTA.COM - Jeritan Rosti memecah suasana saat proses penggalian makam Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J untuk autopsi ulan atau ekshumasi.
Ibunda Brigadir J itu menangis tak kuasa menahan kesedihan atas kematian anaknya yang penuh kejanggalan.
Tepatnya, air mata Rosti menetes sebelum penggalian, setelah melakukan doa.
Rosti goyah, kakinya lemas saat menangis sambil menjerit.
Ia meyebut nama Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan menagih tanggung jawabnya.
Baca juga: Terungkap di Komnas HAM: Para Ajudan Irjen Sambo Tertawa-tawa Sehari Sebelum Tewasnya Brigadir J
Tidak jelas pertanggungjawaban yang dipekikkan Rosti.
Ia hanya mengucapkannya di depan makam anaknya yang sedang digali.
"Mana tanggung jawabmu ibu Putri," kata Rosti, sembari tak kuasa menahan tangisnya.
Rosti juga menyebut nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Ia meminta pertolongan kepada Jenderal Andika.

Padahal, kasus kematian anaknya tengah ditangani Polri.
"Tolong kami bapak panglima, tolong kami. Anak kami disiksa," jerit Rosti.
Tangisan Rosti, juga diikuti oleh keluarga lainnya.
Suasana di kawasan pemakaman Brigador Yosua seketika haru, melihat tangisan Rosti yang tak kuasa makam sang anak harus kembali dibongkar untuk proses autopsi ulang.
Autopsi ulang digelar untuk menjawab keraguan atas autopsi yang dilakukan sebelumnya.
Baca juga: Giliran Calon Ibu Mertua Beberkan Perilaku Mendiang Brigadir J: Demi Tuhan, Sosoknya Baik