Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
Bukan ke Polisi, Jerit Ibu Brigadir J Minta Tolong Jenderal Andika Jelang Autopsi: Anak Kami Disiksa
Rosti meminta pertolongan kepada Jenderal Andika. Padahal, kasus kematian anaknya tengah diurus Polri.
Permohonan melaksanakannya disampaikan oleh kaluarga Brigadir J melalui kuasa hukumnya.
Pelaksanaan autopsi ulang ini melibatkan 10 dokter forensik yang ditunjuk oleh Polri dan juga tim independen.
Di antara dokter forensik tersebut ada yang berasal dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia, dan juga dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat.
Proses ekshumasi dilakukan setelah penggalian makam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Rabu (27/7/2022).
Autopsi ini berjarak 20 hari dari kematiannya.

Ekshumasi diminta pihak keluarga lantaran melihat ada kejanggalan luka pada jenazah Brigadir J.
Brigadir J dikabarkan tewas akibat luka tembak saat berada di kediaman Kadiv Propam non-aktif Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022) lalu.
Namun, pihak keluarga melihat kondisi jenazah Brigadir J tidak wajar.
Mulai dari luka sayatan di bagian muka dan kepala, kondisi jari yang retak hingga memar dibagian dada.
Untuk itu, autopsi ulang digelar di RSUD Sungai Bahar, dekat lokasi makam Brigadir J.
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com sekitar pukul 07.20 WIB, rombongan mobil yang membawa tim dokter tersebut tiba di halaman RSUD Sungai Bahar.
Turun dari mobil, para dokter pun terlihat bersiap membawa sejumlah perlengkapan mereka.
Tim DVI Polri yang telah berada di lokasi turut membantu rombongan tim dokter PDFI membawa sejumlah perlengkapan.
Ada tiga buah box kontak yang diturunkan dari mobil.
Dua kotak berwarna hitam dan satu box berwarna transparan.