Pemkot Depok Bantah Remaja Citayam Fashion Week dari Wilayahnya, Ucapan Pengamat Langsung Dibantah

Pemkot Depok menegaskan bahwa kumpulan remaja yang berkumpul di kawasan Dukuh Atas bukanlah berasal dari Kota Depok.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Ratusan orang memadati zebra cross di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, untuk kegiatan catwalk Citayam Fashion Week pada Minggu (24/7/2022). - Pemkot Depok menegaskan bahwa kumpulan remaja yang berkumpul di kawasan Dukuh Atas bukanlah berasal dari Kota Depok. 

Fenomena urban itu muncul imbas banyaknya warga dari wilayah penyangga Jakarta seperti Citayam, Depok, Bojonggede yang kongko di jantung ibu kota itu.

Para remaja yang meramaikan Citayam Fashion Week pun mendapat label SCBD (Sudirman, Citayam, Bojonggede dan Depok).
Baca juga: Usai Citayam Fashion Week Viral, Bocah SCBD Ini Bersyukur Punya Penghasilan dan Bisa Kasih Orangtua

Idris ogah wargantya disebut sebagai bagian dari remaja SCBD itu.

“Nanti kita akan bersurat akan menegaskan bahwa yang dikatakan orang Depok itu enggak benar, tidak ada warga Depok,” ujar Mohammad Idris dalam konferensi persnya di Gedung Balai Kota Depok, Pancoran Mas , Rabu (20/7/2022).

Valerie-Veronika Catwalk di Citayam Fashion Week, Ramai Banget Sama Remaja SCBD.
Valerie-Veronika Catwalk di Citayam Fashion Week, Ramai Banget Sama Remaja SCBD. (Pebby Ade Liana/TribunJakarta.com)

Bahkan, Idris mengatakan pihaknya telah mengecek asal domisili sejumlah remaja yang asik berlenggang di Citayam fashion Week ini.

“Kita sudah cek, tidak ada (orang Depok). Dia adalah orang-orang Bogor, orang Manggarai pindah, sebagian ada sedikit masalah dalam keluarga dia pindah ke Bojonggede, lalu mereka main-main ke Jakarta.”

“Ketika kita cek domisilinya segala macam ya belum punya KTP karena dibawah 17 tahun,” timpalnya lagi.

Terkait ruang terbuka di Kota Depok yang sempat menjadi sorotan dan diduga menjadi penyebab para remaja ini lebih memilih bermain ke Jakarta, Idris berujar bahwa pihaknya sudah memikirkan hal tersebut jauh-jauh hari.

Model kembar Valerie - Veronika dan dua remaja SCBD (Sudirman Citayam Bojonggede Depok) melakukan catwalk ajang Citayam Fashion Show, di kawasan Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (17/7/2022).
Model kembar Valerie - Veronika dan dua remaja SCBD (Sudirman Citayam Bojonggede Depok) melakukan catwalk ajang Citayam Fashion Show, di kawasan Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (17/7/2022). (TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana)

Idris mengakus udah memiliki rencana membangun ruang publik di kawasan Margonda.

“Sudah kita kaji untuk membuat public space ada di Margonda. Itu sudah akan kita siapkan, jauh sebelum ini,” tuturnya.

Namun demikian, Idris enggan membeberkan konsep ruang terbuka ya ia maksudkan tersebut.

“Iya nanti rahasia, kejutan lah ,” bebernya singkat.

Terakhir, Idris kembali menegaskan bahwa para remaja yang asik nongkrong di kawasan Sudirman ini bukanlah warganya dan bahkan sampai mau bersurat ke  Provinsi Jawa Barat.

Wali Kota Depok Mohammad Idris saat menggelar konferensi pers di Gedung Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Rabu (20/7/2022).
Wali Kota Depok Mohammad Idris saat menggelar konferensi pers di Gedung Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Rabu (20/7/2022). (Dwi Putra Kesuma/TribunJakarta.com)

“Ini jangan dituduhkan mereka adalah ini adalah orang Depok. Kita akan klarifikasi ke provinsi bahwa dia adalah orang Bojonggede. Kenapa ke provinsi karena Bojonggede itu Bogor bagian provinsi. Kalau kita intervensi kesana, bukan wilayah kita. Kalau kepolisian iya, masih ada Polsek Bojonggede, kalau kewilayahan pemerintahan tidak ada,” pungkasnya.

Pemprov DKI Nyatakan Dukungan pada Citayam Fashion Week

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana buka suara soal fenomena Citayam Fashion Week.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved