Orang Dalam Ceramahi Direksi Jakpro Soal Pagar JIS Roboh: Suporter Big Match Bisa Lebih dari Itu

Eks Project Director JIS, Iwan Takwin, pun membeberkan penyebab robohnya pagar pembatas penonton tersebut.

Warta Kota/M Rifqi Ibnumasy
Pagar tribun penonton Jakarta International Stadium (JIS) roboh oleh saat sekumpulan oknum suporter Persija Jakarta saat grand launching JIS di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (24/7/2022). 

Dalam rapat tersebut, ia menyoroti robohnya pagar pembatas penonton saat acara grand launching JIS.

Pagar tribun penonton roboh terjadi saat grand launching JIS (Jakarta International Stadium) di Tanjung Priok, Jakarta Utara,Minggu (24/7/2022) petang.
Pagar tribun penonton roboh terjadi saat grand launching JIS (Jakarta International Stadium) di Tanjung Priok, Jakarta Utara,Minggu (24/7/2022) petang. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Ia pun turut mencecar dan mempertanyakan peran Jakpro selaku pemilik dalam mengawasi kontraktor.

"Dengan anggaran luar biasa besar, Rp4 triliun lebih. Dengan mata telanjang juga sudah bisa lihat. Kemudian pada saat pengerjaan, Jakpro itu kalian di mana? Monitor enggak terhadap vendornya? Konsultan, kontraktor itu dimonitor?," ucapnya, Selasa (2/8/2022).

Tak hanya itu, ia pun mengaku mendapat laporan soal akses bagi pemain untuk masuk stadion.

Pasalnya, saat soft launching tak ada akses khusus bagi pemain untuk masuk ke dalam stadion berkapasitas 82.000 penonton ini.

"Kan ngaco bus pemain ga bisa masuk sampai atas, jadi atlet harus masuk di pintu atau jalur yang sama dengan penonton atau VIP," kata dia.

Selain itu, politikus Gerindra ini juga turut menyoroti buruknya pencahayaan di JIS yang buruk sehingga pencahayaan untuk rumput tak bisa optimal.

Hal ini bisa berimbas pada kualitas rumput yang akan cepat rusak bisa tak mendapat penyinaran matahari yang maksimal.

Begitu juga dengan sirkulasi udara yang dinilai sangat buruk sehingga saat penonton memadati stadion tersebut hawa panas sangat terasa.

"Ini saya perlu bertanya, apa tidak dipikirkan dari segi pencahayaan, dari sirkulasi udara itu kalau kita hadir di stadion panasnya luar biasa," tuturnya.

Terakhir, Ichwanul menyoroti soal pengelolaan JIS, khususnya terkait keamanan dan keselamatan penonton.

Menurutnya, penjagaan saat ticketing yang masih minim menyebabkan jumlah penonton membludak.

Belum lagi tak adanya imbauan bagi masyarakat untuk membawa minuman sendiri sehingga banyak penonton yang mengeluh kehausan saat menyaksikan grand launching JIS.

"Pengelolaan JIS saya rasa memang ini enggak bisa dikelola sendiri. Jadi, kasih saja yang benar-benar kompeten mengelola JIS," ucapnya.

Oleh karena banyaknya masalah yang dihadapi JIS, Ichwanul pun mengusulkan agar dibentuk pansus JIS.

"Jadi saya rasa, pimpinan, dengan hormat kami usulkan untuk Komisi B mengadakan pansus khusus JIS," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved