Pagar Tribun JIS Roboh
Anggotanya Kritik Keras JIS, Gerindra Pastikan Tetap Dukung Gubernur Anies Baswedan Sampai Lengser
Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta tetap mendukung Anies Baswedan hingga akhir masa jabatannya. Meskipun anggota kritik Anies soal pagar JIS.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta menegaskan tetap mendukung Gubernur Anies Baswedan hingga akhir masa jabatannya yang berakhir pada 16 Oktober 2022 mendatang.
Hal ini diungkapkan politikus Gerindra Syarif menanggapi kritik pedas soal Jakarta International Stadium (JIS) yang disampaikan rekannya di Komisi B DPRD DKI.
Saat itu, legislator Gerindra Ichwanul Muslimin mengaku tak bangga dan justru malu dengan sederet masalah di JIS.
Bahkan, ia juga mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) JIS untuk mengusut masalah yang ada di stadion megah tersebut.
Syarif pun menyebut, sikap kritis yang ditunjukan Ichwanul ini merupakan hal biasa.
Baca juga: Gerindra DKI Siap Jaring 87 Bakal Caleg Jakarta untuk Pemilu 2024
"Kami tetap mendukung sampai masa jabatan (Anies) berakhir. Tetapi kan sikap kritis enggak boleh luntur," ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/8/2022).
"Jadi, ada dinamika dari teman-teman Gerindra di Komisi B itu bagus dan tidak dilarang," sambungnya.
Soal usulan pembentukan pansus JIS, Syarif juga menyebut hal tersebut merupakan usulan pribadi dari Ichwanul.

Fraksi Gerindra pun belum mengambil sikap soal wacana pembentukan pansus JIS itu.
"Kami menghormati, menghargai (wacana pembentukan pansus JIS) sebagai dinamika di dalam rapat komisi. Tetapi dalam pendapat resmi, itu belum, Gerindra belum ambil keputusan," ujarnya.
Baca juga: PDIP & PSI Masih Ngotot Interpelasi Anies Baswedan Soal Formula E, Gerindra: Ini Sudah Tak Mungkin!
Sekretaris Komisi D DPRD DKI ini menyebut, sikap Gerindra soal wacana pembentukan pansus ini baru akan ditentukan setelah menggelar rapat internal.
"Kami bersikap menunggu, wait and see saja karena dalam memutuskan soal pansus itu ada rapat sendiri. Dibicarakan saja belum," tuturnya.
Usulan Pansus JIS

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ichwanul Muslimin mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk Jakarta International Stadium (JIS).
Pasalnya, stadion yang menjadi ikon baru ibu kota itu dinilai punya segudang masalah, mulai dari proses pembangunan hingga pengelolaan.
Hal ini disampaikan Ichwanul dalam rapat kerja Komisi B bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
Dalam rapat tersebut, ia menyoroti robohnya pagar pembatas penonton saat acara grand launching JIS.
Ia pun turut mencecar dan mempertanyakan peran Jakpro selaku pemilik dalam mengawasi kontraktor.
"Dengan anggaran luar biasa besar, Rp4 triliun lebih. Dengan mata telanjang juga sudah bisa lihat. Kemudian pada saat pengerjaan, Jakpro itu kalian di mana? Monitor enggak terhadap vendornya? Konsultan, kontraktor itu dimonitor?," ucapnya, Selasa (2/8/2022).
Tak hanya itu, ia pun mengaku mendapat laporan soal akses bagi pemain untuk masuk stadion.
Pasalnya, saat soft launching tak ada akses khusus bagi pemain untuk masuk ke dalam stadion berkapasitas 82.000 penonton ini.
"Kan ngaco bus pemain ga bisa masuk sampai atas, jadi atlet harus masuk di pintu atau jalur yang sama dengan penonton atau VIP," kata dia.
Selain itu, politikus Gerindra ini juga turut menyoroti buruknya pencahayaan di JIS yang buruk sehingga pencahayaan untuk rumput tak bisa optimal.
Hal ini bisa berimbas pada kualitas rumput yang akan cepat rusak bisa tak mendapat penyinaran matahari yang maksimal.
Begitu juga dengan sirkulasi udara yang dinilai sangat buruk sehingga saat penonton memadati stadion tersebut hawa panas sangat terasa.
"Ini saya perlu bertanya, apa tidak dipikirkan dari segi pencahayaan, dari sirkulasi udara itu kalau kita hadir di stadion panasnya luar biasa," tuturnya.
Terakhir, Ichwanul menyoroti soal pengelolaan JIS, khususnya terkait keamanan dan keselamatan penonton.
Menurutnya, penjagaan saat ticketing yang masih minim menyebabkan jumlah penonton membludak.
Belum lagi tak adanya imbauan bagi masyarakat untuk membawa minuman sendiri sehingga banyak penonton yang mengeluh kehausan saat menyaksikan grand launching JIS.
"Pengelolaan JIS saya rasa memang ini enggak bisa dikelola sendiri. Jadi, kasih saja yang benar-benar kompeten mengelola JIS," ucapnya.
Oleh karena banyaknya masalah yang dihadapi JIS, Ichwanul pun mengusulkan agar dibentuk pansus JIS.
"Jadi saya rasa, pimpinan, dengan hormat kami usulkan untuk Komisi B mengadakan pansus khusus JIS," ujarnya.