Teror 2 Hari Lalu Jadi Nyata? Deolipa Mendadak Terima Surat Bharada E Cabut Kuasa saat Live di TV

Deolipa Yumara mendadak mendapatkan informasi kalau Bharada E mencabut kuasanya sebagai pengacara.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
Kolase Tribun Jakarta
Dua yang hari lalu mendapatkan teror, kini Deolipa mendadak mendapatkan surat kuasanya ke Bharada E dicabut. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Deolipa Yumara mendadak mendapatkan informasi kalau Bharada E mencabut kuasanya sebagai pengacara.

Kala itu Deolipa Yumara sedang menjadi narasumber di Metro TV, pada Kamis (11/8/2022) malam.

Apakah itu artinya teror yang didapat Deolipa menjadi nyata?

TONTON JUGA

Sekedar informasi, pada Selasa (9/8/2022), Deolipa Yumara menyampaikan pernyataan mencengangkan.

Deolipa mengaku mendapat banyak tekanan saat menjalani tugasnya sebagai pengacara Bharada E.

Pengacara bergaya unik itu mengaku diminta oleh sejumlah pihak untuk  mencabut perkara.

Tak cuma itu, Deolipa juga bercerita ia diminta untuk mundur menjadi kuasa hukum Bharada E.

Baca juga: Proses Justice Collaborator Kasus Brigadir J Dimulai, LPSK Gerak Temui Bharada E hingga Bareskrim

"Saya punya harapan-harapan, yang pertama harapan pribadi saya, internal. Ini kan kemudiaan saya menjadi saksi yang mendengar cerita Bharada E. Saya adalah kuasa hukumnya," kata Deolipa.

"Jadi tolonglah jangan ada tekanan-tekanan ke saya supaya cabut perkara atau apa, supaya cabut kuasa atau apa," tambahnya.

Dengan nada tinggi, Deolipa mencontohkan tekanan-tekanan yang datang kepada dirinya.

Ia bahkan sampai marah lantaran dirinya bukanlah pengacara swasta melainkan pengacara yang ditugaskan Bareskrim Polri, tapi tetap masih mendapat tekanan.

Baca juga: Misteri Luka di Jari Brigadir J Terkuak, Eliezer Cerita Kekejian Atasan Pakai Pistol Buatan Kroasia

"Namanya berperkara kan adajuga yang suka dan enggak suka. 'Woy jangan begitu, jangan begini, gua cabut, tolong ini,' ah gitu. ya kita bernegara nih. Ini saya pengacara merah putih lho, bukan pengacara institusi, saya pengacara merah putih untuk kepentingan bendera merah putih," tegasnya.

Deolipa memilih membuka teror tekanan yang didapatkannya lantaran sudah begitu mengganggu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved