Cerita Kriminal

Juru Parkir Ngaku Mabuk Saat Lecehkan Wanita di M Bloc, Fakta Lain Terungkap Usai Lakukan Tes Urine

Pelaku pelecehan seksual terhadap wanita berinisial R (22) di M Bloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sempat mengaku dalam kondisi mabuk.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
Kolase Tribun Jakarta
Ilustrasi korban pelecehan seksual dan tersangka diborgol - Pelaku pelecehan seksual terhadap wanita berinisial R (22) di M Bloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sempat mengaku dalam kondisi mabuk. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pelaku pelecehan seksual terhadap wanita berinisial R (22) di M Bloc Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sempat mengaku dalam kondisi mabuk saat melakukan aksinya.

Namun, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma memastikan pelaku berinisial ED tidak mabuk ketika melecehkan korban.

"Dia katanya mabuk, tapi waktu diperiksa dia nggak mabuk," kata Nurma saat dihubungi, Selasa (16/8/2022).

Polisi kemudian melakukan tes urine kepada pelaku. Hasilnya, pelaku dinyatakan negatif mengonsumsi alkohol maupun narkoba.

"Enggak ada (alkohol), sabu-sabu juga enggak," ungkap Nurma.

Baca juga: Tersangka Pelecehan Seksual di M Bloc Belum Ditahan, Polisi: Dia Cuma Pegang Doang, Tak Meremas

Saat ini, Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan juru parkir berinisial ED sebagai tersangka kasus pelecehan seksual.

Kepada polisi, tersangka mengaku khilaf ketika melecehkan korban.

Ilustrasi pelecehan seksual - Seorang wanita pejalan kaki mendapat pelecehan seksual dari Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di sekitar Stasiun Kranji, Bekasi Barat. 
Ilustrasi pelecehan seksual - Seorang wanita pejalan kaki mendapat pelecehan seksual dari Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di sekitar Stasiun Kranji, Bekasi Barat.  (net)

"Alasannya dia sih dia bilang cuma khilaf, nggak bilang kepengen atau apa, enggak sih," ujar Nurma.

Kendati demikian, Nurma mengatakan hingga saat ini penyidik masih mendalami pengakuan tersangka.

"Itu alasannya dia, cuma kan kita periksa lagi," kata mantan Wakapolsek Pasar Minggu itu.

Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, ED belum ditahan.

Nurma menyebut tersangka hanya memegang dada korban.

"Tersangkanya itu di atas, tapi itu belum bisa ditahan karena kan dia cuma pegang (dada korban) doang, makanya nggak ditahan," ucap Nurma.

Baca juga: Sosok AKBP Dorong LPSK Lindungi Putri Candrawathi Jadi Korban Pelecehan Brigadir J? Begini Nasibnya

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved