Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Berani Ancam Brigadir J Sebelum Tewas, Nyali Kuat Maruf Ciut Dengar Pengakuan Bharada E

Nyali Kuat Maruf ciut setelah mendengar blak-blakannya Bharada E soal kasus pembunuhan Brigadir J. Sempat pilih untuk kabur dari polisi.

Tayang:
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Kolase TribunJakarta
Sopir Putri Candrawathi, Kuat Maruf langsung ciut nyalinya setelah dengar pengakuan Bharada E. Padahal sebelumnya berani ancam Brigadir J sebelum tewas. 

Ketika ditetapkan tersangka, Kuat Maruf terungkap sempat berusaha kabur.

Baca juga: Foto Ini Bukti Brigadir J Ajudan Idaman, tapi Putri Candrawathi Pilih Ikuti Kejahatan Ferdy Sambo

"Setelah saudara Richard mengakui perbuatannya, kemudian saudara Ricky dan Kuat juga ditetapkan tersangka,"

"Saudara Kuat sempat akan melarikan diri, namun diamankan dan sempat ditangkap," tandas Listyo.

Kuat Maruf ancam Brigadir J

Sehari sebelum tewas, Brigadir J sempat mendapatkan ancaman pembunuhan.

Brigadir J sempat mendapatkan ancaman sehari sebelum tewas. Sosok pengancam tersebut merupakan Kuat Maruf.
Brigadir J sempat mendapatkan ancaman sehari sebelum tewas. Sosok pengancam tersebut merupakan Kuat Maruf. (Kolase Tribunjakarta)

Kuat Maruf merupakan dalang di balik ancaman yang diterima Brigadir J tersebut.

H-1 tewas, Brigadir J memang disebut curhat kepada sang kekasih, Vera Simanjuntak mendapatkan ancaman.

Brigadir J menyebut istilah 'skuat atau squad lama' yang mengancamnya.

Sebutan 'skuat' yang dimaksud bukanlah 'squad lama' melainkan Kuat Maruf.

Hal itu diungkap Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Choirul Anam setelah melakukan pemeriksaan terhadap Vera Simanjuntak.

Choirul Anam menyebut, Vera Simanjuntak menjelaskan bahwa tanggal 7 Juli sempat berkomunikasi dengan Brigadir J sebelum tewas pada, Jumat 8 Juli 2022.

Brigadir J mendapatkan ancaman pembunuhan, berdasarkan pengakuan Vera Simanjuntak.

Baca juga: Kuat Maruf Buat Brigadir J Sampai Nangis Sebelum Tewas, Lalu Bantu Rencana Bengis Ferdy Sambo

"Jadi, Yosua dilarang naik ke atas menemui ibu P, karena membuat Ibu P sakit,"

"Kalo naik ke atas akan dibunuh" ungkap Choirul Anam, menjelaskan informasi yang didapat Komnas HAM dari Vera Simanjuntak di rapat bersama Komisi III DPR RI pada Senin (22/08/2022).

Choirul kemudian bertanya siapa pengancam pembunuhan terhadap Brigadir J pada tanggal 7 Juli malam lalu.

Vera menjawab, sosok tersebut merupakan 'skuat' seperti yang beredar luas sebelumnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved