Breaking News:

BEM UI Gelar Aksi Esok Hari, Tuntut Statuta Bolehkan Rektor Rangkap Jabatan hingga Kasus Akseyna

Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) akan menggelar aksi long march ke Gedung Rektorat UI pada Selasa (30/8/2022) esok hari.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
Dwi Putra Kesuma / Tribun Jakarta
BEM UI berunjuk rasa di gedung rektorat, Selsa (12/10/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) akan menggelar aksi long march ke Gedung Rektorat UI pada Selasa (30/8/2022) esok hari.

Dikonfirmasi wartawan, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Bayu Satria Utomo, mengatakan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk menuntut empat pekerjaan rumah yang belum diselesaikan Rektor UI Ari Kuncoro.

“Jadi besok mahasiswa Universitas Indonesia akan menggelar aksi massa untuk menuntut empat pekerjaan rumah UI yang belum diselesaikan oleh Rektor UI,” jelas Bayu lewat sambungan telepon, Senin (29/8/2022).

Bayu mengatakan, tuntutan pertama adalah menyoal Statuta UI yang memperbolehkan seorang rektor merangkap jabatan.

“Yang pertama itu terkait dengan Statuta UI yang malah memperbolehkan seorang rektor rangkap jabatan, dan masalah kecacatan formil serta substansi lainnya,” bebernya.

Baca juga: Kekayaan Rektor UI Ari Kuncoro Dinilai BEM Tak Wajar, Pihak Kampus Singgung Kepatuhan LHKPN ke KPK

Selanjutnya tuntutan kedua adalah ihwal kekerasan seksual yang terjadi di dalam kampus.

Menurutnya, belum ada peraturan rektor tentang kekerasan seksual yang menjadi amanat dalam Permendikbud PPKS.

Aksi demo BEM UI menuntut pencabutan revisi Statuta UI soal rektor rangkap jabatan, Selasa (11/10/2021).
Aksi demo BEM UI menuntut pencabutan revisi Statuta UI soal rektor rangkap jabatan, Selasa (11/10/2021). (Dwi Putra Kesuma / Tribun Jakarta)

Tuntutan ketiga adalah persoalan biaya pendidikan, yang dinilai terus melambung tinggi tanpa ada keringanan.

“Ketiga adalah masalah biaya pendidikan yang tidak ada keringanan dan malah melambung tinggi,” ucapnya.

Tuntutan keempat dan merupakan yang terakhir, adalah menyoal kasus tewasnya mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori yang jasadnya ditemukan mengambang di Danau Kenanga UI pada tujuh tahun silam.

“Keempat adalah masalah pembunuhan mahasiswa UI di Danau UI, Akseyna Ahad Dori, yang sampai tujuh tahun tidak selesai,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved