Camat Sampai Buka Suara, Ini Penyebab Angka Kesakitan DBD di Pasar Rebo Tertinggi se-Jakarta Timur
Camat Pasar Rebo Mujiono mengatakan tingginya angka kesakitan DBD di wilayahnya dapat mencapai 10,78 karena disebabkan sejumlah faktor.
Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Kecamatan Pasar Rebo angkat bicara terkait incindence rate (IR) atau angka kesakitan demam berdarah dengue (DBD) yang menjadi paling tinggi se-Jakarta Timur.
Camat Pasar Rebo Mujiono mengatakan tingginya kecepatan IR atau angka kesakitan DBD di wilayahnya dapat mencapai 10,78 karena disebabkan sejumlah faktor.
"IR memang tinggi, walaupun dari jumlah kasus tidak tertinggi. Kelurahan Baru dan Kelurahan Cijantung karena jumlah penduduknya yang relatif sedikit. Ini faktor pertama," kata Mujiono, Kamis (1/9/2022).
Tingginya IR memang bukan berarti jumlah kasus pada satu wilayah paling banyak, karena dihitung dengan membandingkan jumlah penduduk dalam satu wilayah dalam kurun waktu tertentu.
Sehingga Kecamatan yang jumlah kasusnya tinggi namun jumlah penduduknya lebih banyak dapat memiliki kecepatan IR lebih rendah dibanding wilayah lain.
Baca juga: Angka Kesakitan DBD di Kecamatan Pasar Rebo Tertinggi se-Jakarta Timur
"Faktor kedua seringnya hujan bergantian panas serta sebaliknya secara cepat juga menjadikan lebih cepat perkembangan jentik (nyamuk aedes aegypti)," ujar Mujiono.
Faktor ketiga karena di Kecamatan Pasar Rebo masih terdapat banyak lahan kosong dibanding wilayah lain yang lebih padat penduduk, hal ini jadi tempat ideal nyamuk aedes aegypti berkembang biak.
Sementara faktor keempat karena ada sejumlah warga yang secara catatan kependudukan warga Kecamatan Pasar Rebo tapi kini sudah pindah domisili ke wilayah lain.
"Ada juga pengaruh daya tarik KTP DKI. Banyak warga masih ber-KTP Pasar Rebo pindah ke luar DKI. Hal ini kalau yang bersangkutan terkena DBD database (tetap) masuk ke Pasar Rebo," tuturnya.
Mujiono menampik bila tingginya kecepatan IR di wilayahnya akibat program juru pemantau jentik (Jumantik) dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di permukiman tidak berjalan.
Menurutnya selama ini PSN dengan cara 3M yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, lalu mengubur barang bekas yang jadi tempat berkembang biak nyamuk rutin berjalan.
"PSN minimal pada hari Selasa dan Jumat. Gerakan satu rumah satu kader Jumantik juga berjalan. Saya dkk biasanya Jumat gowes sambil mampir para kader Jumantik PSN," lanjut Mujiono.
Pemkot Jakarta Timur mencatat incindence rate (IR) atau angka kesakitan demam berdarah dengeu (DBD) di Pasar Rebo paling tinggi di antara 10 Kecamatan.
Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar mengatakan berdasar data kasus minggu ke 33 tahun 2022 sampai dengan tanggal 26 Agustus kecepatan angka kesakitan DBD di Pasar Rebo tercatat 10,78.
"Kecepatan IR dalam tiga minggu terakhir terlihat Kecamatan Pasar Rebo menduduki urutan tertinggi. Setelah itu Kecamatan Matraman dan Kecamatan Jatinegara," kata Anwar, Rabu (31/8/2022).
Berdasar data Pemkot Jakarta Timur jumlah kasus DBD di Pasar Rebo sebanyak 260 kasus, sementara kecepatan angka kesakitan Matraman tercatat 7,88 dengan jumlah kasus 120.
Kecepatan angka kesakitan DBD di Jatinegara tercatat 6,13 dengan jumlah kasus 136, kecepatan angka kesakitan DBD di Kecamatan Cipayung tercatat 5,94 dengan jumlah 119 kasus.
Kecepatan angka kesakitan DBD di Kecamatan Ciracas 5,46 dengan jumlah 153 kasus, kecepatan angka kesakitan DBD di Kecamatan Cakung 4,27 dengan jumlah kasus 336.
Kecepatan angka kesakitan DBD di Kecamatan Kramat Jati 3,82 dengan jumlah kasus 129, kecepatan angka kesakitan di Kecamatan Duren Sawit 3,40 dengan jumlah kasus 266.
Kemudian kecepatan angka kesakitan DBD di Kecamatan Makasar 2,70 dengan jumlah kasus 69, dan kecepatan angka kesakitan DBD di Kecamatan Pulogadung 1,30 dengan jumlah kasus 103.