Diungkap DPR Soal Hubungan Panglima TNI dan KSAD Tak Harmonis, Ini Kata Jenderal Andika Perkasa
Komisi I DPR RI mengungkap soal dugaan ketidakharmonisan antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman.
KSAD diwakili Wakil KASAD Letjen Agus Subiyanto.
Padahal Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo dan KSAL Yudo Margono hadir dalam rapat dengan Komisi I yang merupakan mitra dari TNI.
Hal itu pun menjadi sorotan anggota Komisi I DPR.

Selain KSAD, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga tidak hadir dalam rapat.
Anggota Komisi I DPR RI, Yan Permenas Mandenas, mengkritik tidak hadirnya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurahman dalam rapat kerja membahas anggaran dan isu aktual dengan Komisi I DPR.
"Khusus untuk Kepala Staf AD, saya pikir sudah berapa kali tidak hadir untuk mengikuti rapat komisi," kata dia.
Menurut legislator Gerindra itu, Dudung seharusnya bisa membedakan mana yang menjadi prioritas untuk dihadiri.
"Harus dibedakan mana rapat yang menjadi prioritas dengan rutinitas yang penting di Mabes AD, sehingga rapat begini tidak setiap saat kita lakukan.
Jadi saya berharap Kepala Staf AD harus hadir di sini," bebernya.
Baca juga: Berbekal 3 Hal Ini dari Orangtuanya, Putri Tukang Servis Jam Lulus Perwira TNI AL Berstatus Terbaik
Kata Jenderal Andika
Sementara itu, setelah rapat selesai, Jenderal Andika pun menyebut, dirinya tidak ada masalah dengan Jenderal Dudung.
"Dari saya tidak ada (keretakan hubungan), karena semua yang berlaku sesuai peraturan perundang-undangan tetap berlaku selama ini, jadi enggak ada yang kemudian berjalan berbeda," katanya, dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube Kompas TV, Selasa (6/9/2022).
Dikatakan Jenderal Andika, ia hanya menjalankan tugas pokoknya sebagai Panglima TNI.

"Saya hanya menjalankan tugas pokok fungsi saya dan sesuai peraturan perundangan.
Manakala hal itu, diterima berbeda A, B, C terserah bagaimana yang menyikapi.